JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisruh Seleksi Perdes Gabus, Belasan Peserta Perdes Kembali Datangi Balai Desa. Panitia Buka Sertifikat, Camat Persilakan Lapor Polisi atau PTUN!

Para peserta seleksi Perdes di Gabus, Ngrampal, Sragen saat mendengarkan penjelasan dari panitia dan Camat di balai desa, Senin (13/12/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sedikitnya 15 peserta seleksi penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, mendatangi balai desa setempat, Senin (13/12/2021).

Kedatangan mereka untuk menerima penjelasan dari panitia seleksi terkait surat keberatan dan penolakan atas hasil seleksi yang mereka layangkan beberapa hari sebelumnya.

Belasan peserta itu datang mewakili 26 peserta yang sebelumnya menandatangani surat memboikot dan menolak hasil seleksi.

Di balai desa mereka diterima tim panitia penjaringan yang dipimpin Ketua Panitia Sunar, Kades Sumarwanto dan Camat Ngrampal Joko Hendang Murdono.

Dalam pertemuan tersebut, panitia mencoba memberikan penjelasan satu persatu tuntutan peserta. Termasuk membuka dan menunjukkan sertifikat milik empat peserta ranking 1 di hadapan peserta.

Panitia mengklaim semua sertifikat sudah melalui pencermatan dan sudah memenuhi ketentuan untuk mendapatkan nilai prestasi.

Baca Juga :  Dari Buku Mustika Rasa Bung Karno, Ini Cara Ketua DPC PDIP Sragen Ajak Masyarakat Konsumsi Ikan

Perihal validitas nilai ujian tertulis dan praktik komputer 4 peserta terpilih yang dinilai janggal, panitia akan mengajukan surat ke LPPM UMS selaku pihak penyelenggara ujian. Sebab kewenangan ujian dan penilaian itu ada di LPPM.

Termasuk soal indikasi adanya kode tertentu pada soal yang diduga jawaban, disampaikan bahwa itu juga ranah dari LPPM.

Ketua Panitia, Sunar menyampaikan panitia sudah bekerja sesuai regulasi. Tugas panitia hanya menjalankan tahapan lantas merekap nilai berdasarkan nilai ujian tertulis dan ujian komputer yang diterima dari LPPM, serta nilai prestasi, dan dedikasi.

“Seharusnya peserta meminta kejelasan saat ujian atau begitu selesai ujian, tidak setelah adanya hasil seleksi,” paparnya.

Terkait kecurigaan soal nilai ujian tertulis dan komputer, panitia sudah berkirim surat ke LPPM UMS untuk mendapatkan jawaban. Nantinya jawaban itu akan disampaikan ke peserta.

Baca Juga :  Pendapatan RSUD Sragen Kalah dari Karanganyar, Benarkah Hanya Karena Perkara Senyuman!

Tuntut Soal Ujian Dibuka Kembali

Seperti diketahui di Desa Gabus membuka 4 formasi pada seleksi penjaringan penyaringan kali ini. Empat formasi itu adalah Kebayan I, Kebayan II, Kaur Perencanaan, dan Kaur Keuangan.

Sejak awal tahapan, sudah muncul rumor tak sedap di masyarakat mulai dari calon pingitan yang diduga beraroma uang dan dipastikan akan terpilih.

Celakanya, hasil akhir seleksi yang diumumkan pun mendapati empat calon yang terpilih sama persis dengan nama calon pingitan yang sebelumnya beredar. Termasuk anak Pak Kades yang ikut maju di Kaur Keuangan juga terpilih.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua