JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Menko Airlangga: Pemulihan Ekonomi Selama Pandemi Sudah Berada di Jalur Yang Benar

Airlangga Hartarto / Istimewa

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Upaya-upaya pemulihan ekonomi oleh pemerintah Indonesia ntuk memulihkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19, sudah berada di jalur yang benar.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menjadi keynote speech secara virtual dalam the 2021 Annual Summit of the Partnership for Australia-Indonesia Research, Selasa (7/12/2021).

Menko Airlangga mengakui, pndemi Covid-19 telah sangat mempengaruhi perekonomian berbagai negara di dunia, termasuk perekonomian Indonesia.

Pandemi yang berlangsung sejak awal tahun 2020 berdampak terhadap perekonomian baik rumah tangga, UMKM, korporasi, serta pelaku ekonomi lainnya.

“Kita bersyukur bahwa pandemi telah terkendali saat ini. Berbagai kebijakan pemulihan ekonomi sudah berada di jalur yang benar sehingga perekonomian Indonesia dapat tumbuh positif. Semoga pada kuartal IV tahun ini dapat tercapai sekitar 3,7% hingga 4,0%,” ujar Menko Airlangga seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Airlangga juga mengungkapkan bahwa sektor bisnis diharapkan juga akan ikut pulih. Beberapa sektor penting seperti manufaktur, pertambangan dan perkebunan telah pulih lebih awal. Sedangkan sektor pertanian dan real estate juga menunjukkan ketangguhannya di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Hakim dan Panitera Pengganti di PN Surabaya sebagai Tersangka Suap

“Jika momentum ini bisa kita pertahankan, kita harapkan ekonomi Indonesia akan terus tumbuh sebesar 5,2% di tahun 2022,” imbuhnya.

Pandemi Covid-19 telah menciptakan tantangan besar dalam mengatasi meningkatnya pengangguran.

Pada Agustus 2020, pandemi mengakibatkan sekitar 29,12 juta orang atau 14,28% penduduk usia kerja dikategorikan menganggur, tidak bekerja sementara, tidak masuk angkatan kerja, dan bekerja dengan pengurangan jam kerja.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Sebut, Meski Masih Ada Omicron, Masyarakat Diminta Tak Perlu Panik atau Takut

Guna mengatasi permasalahan tersebut, salah satu strategi yang dilakukan adalah memanfaatkan Program Kartu Prakerja.

Program ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan vokasi secara online. Tujuan lain dari program ini adalah untuk menjaga daya beli masyarakat yang terkena dampak melalui bantuan sosial.

Penerima Program Kartu Prakerja umumnya adalah pekerja muda berusia 18 sampai dengan 35 tahun dengan tingkat pendidikan SLTA ke bawah. Kartu Prakerja juga mencakup seluruh kelompok masyarakat, termasuk perempuan yang memiliki lebih dari satu tanggungan di daerah tertinggal.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua