Beranda Umum Nasional Menko Airlangga: Pengembangan Pertanian Berkelanjutan Perlu Pelibatan Teknologi

Menko Airlangga: Pengembangan Pertanian Berkelanjutan Perlu Pelibatan Teknologi

Airlangga Hartarto / Istimewa

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Pengembangan pertanian berkelanjutan melalui pelibatan teknologi dalam lingkup korporasi, menjadi prasyarat utama dalam meningkatkan daya saing komoditas pertanian.

Hal itu dikatakan oleh Menteri koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menjadi keynote speaker dalam seminar nasional Outlook Pertanian Indonesia 2022 yang diselenggarakan UNS Surakarta secara virtual, Selasa (21/12/2021).

Ia mengatakan, pengembangan pertanian juga perlu dilakukan melalui integrasi hulu-hilir, untuk pemenuhan dalam negeri maupun orientasi ekspor.

Menko Airlangga menegaskan, Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan dalam penguatan ketahanan pangan nasional.

Mulai dari kemudahan perizinan dan mendorong pembentukan badan pangan nasional, sinergi BUMN untuk distribusi pangan pasca panen dan kerja sama pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

Dijelaskan Menko Airlangga, penyaluran KUR di sektor pertanian sendiri memiliki porsi kedua terbesar dalam KUR sektor produksi sebesar 30,1% setelah sektor perdagangan sebesar 44,7%.

Sementara untuk mendukung program strategis di sektor pangan dan pertanian, Pemerintah juga telah mengeluarkan sejumlah kebijakan di antaranya stabilisasi harga dan pasokan pangan, pengembangan Kawasan Hortikultura Orientasi Ekspor, pengembangan sawit rakyat, pengembangan usaha peternakan terintegrasi, serta pengembangan korporasi petani dan nelayan.

Baca Juga :  Gus Yahya: Tak Ada Lagi Kubu-kubuan di Tubuh PBNU

Lebih lanjut, Menko Airlangga mengatakan, ketahanan global dalam menghadapi tekanan pandemi Covid-19, aktivitas manufaktur yang terus tumbuh ekspansif, serta peningkatan harga komoditas seiring geliat permintaan global menjadi landasan optimisme ekonomi global untuk pulih dengan cukup baik di tahun 2021 dan 2022.

Keberhasilan dalam pengendalian pandemi pada Triwulan III-2021 telah membuat ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif sebesar 3,51% (yoy).

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 yang ditargetkan sebesar 5,2% akan sangat bergantung pada pengendalian pandemi, respon kebijakan ekonomi yang tepat sesuai perkembangan situasi yang dinamis, dan penciptaan lapangan kerja yang signifikan serta kesiapan untuk bertransformasi ke era digital.

Khusus sektor pertanian, kehutanan, perikanan, meski selama 6 dekade terakhir, pertumbuhannya sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi selalu mampu menunjukkan resiliensi dalam masa krisis dan menunjukkan peran sektor pertanian mampu bertahan sebagai buffer perekonomian.

“Dalam rangka meningkatkan peran sektor pertanian, pengembangan sistem pangan yang berkelanjutan menjadi sebuah syarat utama,” beber Menko Airlangga, sebagaimana dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Sistem pangan nasional tersebut menurut Airlangga, secara kolaboratif meningkatkan produksi pangan yang berkualitas dan aman, didukung oleh lingkungan yang kondusif, stabilitas akses pangan, efisiensi distribusi pangan, serta pemberian bantuan pangan bagi rumah tangga rawan pangan. Suhamdani

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.