JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Banyak Renggut Nyawa, Perempatan Bener Ngrampal Mendesak Dipasangi Traffic Light. Warga Sampai Trauma Lihat Korban-Korban Tewas Terlindas dan Bekas Ceceran Darah

Kondisi perempatan Benersari, Ngrampal, Sragen yang berubah jadi titik horor karena makin sering terjadi kecelakaan maut merenggut korban jiwa beberapa waktu terakhir. Bekas coretan hasil olah TKP polisi menjadi penanda seringnya kecelakaan di lokasi itu. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga di sekitar perempatan Benersari, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen jalan Raya Sragen-Ngawi, resah dan trauma menyusul meningkatnya kasus kecelakaan di titik perempatan itu.

Banyaknya korban jiwa dan kecelakaan yang terjadi semenjak pelebaran jalan di lokasi itu, membuat warga mendesak agar titik tersebut dipasangi lampu traffic light.

Desakan itu disampaikan salah satunya oleh Bu Neli, karyawan PT Murni Sri Jaya, yang berlokasi di sebelah perempatan Benersari.

Karyawan di kantor distributor pupuk milik alm H.Sunardi itu mengungkapkan warga sekitar saat ini sangat resah. Pasalnya intensitas kecelakaan di titik perempatan depan Puskesmas Ngrampal itu semakin tinggi.

Baca Juga :  Banyak Truk dan Mobil Jadi Korban, Warga Desak Jalan Rusak di Ruas Gawan-Gondang Tanon Segera Diperbaiki

Bahkan dalam seminggu, tak kurang dari dua sampai tiga kecelakaan selalu terjadi. Mayoritas kecelakaan itu merenggut korban nyawa mulai dari yang terlindas motor, tergilas tronton hingga masuk ke kolong truk.

“Kami yang ada di dekat lokasi sampai miris dan trauma Mas. Sekarang makin sering kecelakaan di perempatan itu. Kemarin tronton melindas 3 motor, lalu anak SMP dilindas KLX, sampai motor tergilas tronton juga. Nggak terhitung korban nyawa dari kecelakaan di situ,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (10/1/2022).

Tim PMI Sragen saat mengevakuasi korban kecelakaan maut di Ngrampal, Sragen Senin (3/1/2022) dinihari. Foto/Wardoyo

Neli menguraikan tingginya kecelakaan itu dimungkinkan karena kondisi jalan raya yang sudah diperlebar dan halus. Hal itu membuat pengendara terkadang terlena memacu kecepatan.

Baca Juga :  Kapolres Sragen AKBP Piter Sebut Bakal Intensifkan Komunikasi dengan Kelompok Perguruan Silat

Kecelakaan biasanya terjadi antara pengendara yang lurus dari arah Sragen atau Ngawi dengan pengendara yang menyeberang.

Selama ini di lokasi kejadian hanya dipasangi dengan rambu lampu peringatan kelap-kelip saja. Akan tetapi rambu itu tak cukup berpengaruh karena kian hari kecelakaan justru makin sering terjadi.

“Warga sini sampai trauma, tiap kali ada kecelakaan di situ. Korbannya kepala pecah, lihat darah berceceran. Sampai mau keluar dan lewat perempatan saja jadi takut. Belum lagi nanti dijadikan saksi oleh polisi,” urainya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua