JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bukan Pilih Mati, Sekeluarga yang Terpapar Covid-19 di Gemolong Ternyata Menolak Divaksin Karena Alasan Ini!

Ilustrasi penanganan pasien corona virus di ruang isolasi RSUD Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus sekeluarga di Desa Nganti, Kecamatan Gemolong, Sragen yang positif terpapar Covid-19 karena menolak divaksin, menguak fakta baru.

Ternyata, tujuh orang satu rumah yang terpapar positif itu bukan menolak vaksin karena keyakinan. Akan tetapi mereka diduga menolak karena ketakutan.

“Jadi bukan pilih mati. Tapi yang jelas mereka menolak karena ketakutan divaksin. Kalau sudah memahami Insya Allah nanti mau divaksin. Mungkin kemarin hanya kekurangpahaman saja,” papar Kades Nganti, Joko Warsito, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (25/1/2022).

Baca Juga :  Awas, 6 Sapi di Sragen Ditemukan Terindikasi Terjangkit PMK. Bupati Ingatkan Kalau Sakit Jangan Dijual!

Joko menguraikan alasan takut itu didasarkan karena kedua orangtua dari keluarga itu berprofesi sebagai petani utun.

Mereka juga tidak pernah punya riwayat bepergian ke luar kota apalagi luar negeri. Sementara anak dan menantunya yang tinggal serumah hanya bekerja jualan nasi goreng di Kalioso.

Baca Juga :  Siap-Siap, 72 Kios di Dekat Pasar Nglangon Sragen Ini Bakal Dibongkar Tanpa Ganti Rugi. Padahal Ada yang Dibangun Tingkat

Kurangnya wawasan ditengarai membuat keluarga itu hingga kini memilih untuk tidak divaksin.

“Pekerjaan bapak ibunya hanya petani biasa, wong desa Mas. Nggak kemana-mana. Menantunya yang laki-laki bisnisnya jualan nasi goreng di Kalioso,” jelasnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua