JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jadi Calo CPNS, Dokter Gadungan Asal Karangmalang Sragen Ditangkap di Sukoharjo. Tarifnya Murah Meriah

Kapolres Sukoharjo saat menginterogasi dokter gadungan pelaku penipuan CPNS. Foto/Wardoyo

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Sukoharjo berhasil meringkus seorang dokter bedah gadungan. Tak hanya menipu berkedok dokter, pelaku juga menebar janji bisa membantu korban untuk menjadi PNS di RSUD Sukoharjo.

Pelaku mematok tarif murah meriah hanya Rp 75 juta untuk bisa lolos. Ternyata janji yang ditawarkan bohong belaka sehingga korban terpaksa melapor ke polisi.

Pelaku diketahui berinisial P (47), warga Karangmalang, Sragen. Dimana pelaku mengaku sebagai seorang dokter spesialis bedah dan kandungan yang praktik di Jebres.

“Dimana kasus penipuan ini berawal saat pelaku datang ke rumah korban (Aditya) bersama teman perempuannya. Kebetulan, ibu korban yang merupakan warga Sukoharjo ini, teman dari tersangka,” terang Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, saat konferensi pers, Selasa (11/1/2022).

Baca Juga :  Aksinya Terekam CCTV, Pencuri Kotak Amal Masjid Kroyo Sragen Ditangkap Rame-Rame oleh Warga. Sempat Diwarnai Kejar-Kejaran

Di rumah tersebut, lanjut Kapolres, teman pelaku yang bernama Suyamti mengenalkan bahwa P adalah seorang dokter spesialis bedah dan kandungan yang praktik di Jebres, Solo.

Berawal dari perkenalan tersebut, suatu ketika tersangka datang sendiri ke rumah korban. Di sana pelaku menawarkan pekerjaan pada Aditya untuk menjadi PNS di lingkup RSUD Sukoharjo.

Korban yang mendengar tawaran tersebut tertarik dan pelaku menyampaikan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Pelaku juga sempat menyebutkan bahwa biaya untuk itu sebesar Rp 75 juta.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Dokter Bedah Palsu asal Sragen Terima 16 Kali Aliran Uang dari Korban. Ada 10 Kali Tanpa Kuitansi, Berikut Rinciannya!

“Tetapi pelaku tidak meminta semuanya. Dia hanya minta korban membayar administrasi yang kecil-kecil dulu. Mulai dari Rp 250 ribu, Rp 350 ribu dan ditotal semuanya mencapai Rp 5 jutaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan, bahkan guna meyakinkan korban, pelaku juga sempat menyerahkan kain kepada korban yang nantinya akan digunakan sebagai seragam saat dinas di RSUD.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua