JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus Mafia Tanah Aset Pemkab Sragen, 2 Bidang Sawah Senilai Miliaran di Karangtengah Sementara Dilockdown

Dua petak sawah seluas 2 patok milik Pemkab Sragen di Karangtengah ditandai dengan papan tanah milik Pemkab. Namun di sisi lainnya juga dipasangi papan bertuliskan tanah itu milik perorangan dan ada SHM-nya. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Sragen melalui Muspika menyampaikan masih melakukan penelusuran terkait bukti dokumen kepemilikan dua bidang sawah aset Pemkab yang diduga beralih kepemilikan pribadi di Karangtengah, Sragen Kota.

Karena statusnya masih bersengketa, Muspika menyatakan dua bidang sawah seluas 2 patok bernilai miliaran itu untuk tidak dilelang maupun digarap terlebih dahulu.

Penegasan itu disampaikan Camat Sragen, Susilohono kepada Joglosemarmews.com, kemarin. Terkait kasus dugaan mafia tanah itu, ia menyebut sampai saat ini masih dilakukan penelusuran di tingkat BPN.

Dari riwayatnya, ia menyebut persoalan pindah kepemilikan itu diperkirakan terjadi pada tahun 1987 silam.

Baca Juga :  Kompleks Lokalisasi Mbah Gajah Sragen Jadi Sorotan, DPRD Jateng Dukung Dirombak Jadi Pasar Rakyat. Minta Jangan Sampai Ada yang Dikorbankan!

“Permasalahannya sudah lama sekali. Jadi saya masuk di Sragen menemukan masalah itu. Kami juga belum bisa ungkap karena sudah masuk ranah hukum,” paparnya.

Untuk mengembalikan dua bidang sawah aset Pemkab itu, Pemkab disebut sudah menggandeng BPN. BPN digandeng untuk bisa membawa bukti dan dokumen proses pengalihan tanah tersebut.

Terkait statusnya yang masih bersengketa, Camat menegaskan saat ini tanah sawah itu memang dikosongkan terlebih dahulu.

Tidak dilelangkan dan tidak boleh digarap terlebih dahulu. Hal itu dilakukan untuk mencegah timbulnya permasalahan baru.

Baca Juga :  Waspada Mulai Ditemukan Kasus Positif Covid-19 Baru di Sragen. Kebanyakan dari Rumah Sakit, Mungkinkah Omicron?

“Harapan kami di kosongkan dulu agar tidak menjadi permasalahan baru. Dari kelurahan memang tidak kami lelangkan karena permasalahan belum selesai. Kalau ada orang yang menggarap atau memiliki saat ini kami melarangnya,” tandasnya.

Diam-Diam Beralih Kepemilikan

Seperti diketahui, dua sawah aset Pemkab yang diketahui beralih menjadi hak milik perorangan.

Kasus dugaan pencaplokan aset itu mencuat setelah gagal dilakukan lelang oleh Pemerintah Kelurahan Karang Tengah dua pekan lalu.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua