JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Keluarga Sekdes Sambiduwur Keberatan Pelaku Penculikan dan Pengeroyokan Hanya Dijerat Pasal 351. Kakak Korban: Sudah Ada Ancaman Dihancurkan, Kami Hanya Minta Keadilan!

Kondisi Sekdes Sambiduwur, IW, masih terbaring di RS Kasih Ibu Solo usai mengalami penculikan dan pengeroyokan, Rabu (29/12/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Keluarga Sekretaris Desa (Sekdes) Sambiduwur, Tanon, Sragen, berinisial IW (33) mengapresiasi tindakan cepat kepolisian memproses kasus kekerasan terhadap IW yang dilakukan oleh bapak pacarnya asal Jekani, Mondokan, T (45).

Meski demikian, kerabat mengaku keberatan atas penerapan pasal 351 KUHP atas kasus tersebut.

Sebab dari kronologi dan fakta yang terjadi, aksi kekerasan itu bisa diterapkan pasal lebih berat lantaran mengarah pada pengeroyokan dan sudah disertai ancaman pembunuhan.

Hal itu disampaikan kakak korban, NI (40) kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (2/1/2022).

“Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi tindakan cepat dari kepolisian atas penanganan kasus laporan penganiayaan yang menimpa adik kami. Tapi kami keberatan penerapan pasal 351 KUHP dalam kasus ini karena fakta dan kejadian yang dialami adik saya, seharusnya bisa diproses dengan pasal lebih berat,” paparnya.

Mewakili keluarga, NI mengungkapkan keberatan itu disampaikan atas dasar beberapa pertimbangan.

Bahwa aksi kekerasan yang dilakukan T terhadap Sekdes disinyalir sudah direncanakan sebelumnya.

Baca Juga :  Sempat Santer Dikabarkan Maju DPR RI, Nggak Nyangka Ini Jawaban Bupati Sragen!

Selain melontarkan ancaman akan menghancurkan korban saat bertemu beberapa saat sebelum kejadian, pelaku utamanya (T) juga melakukan upaya penculikan dengan membawa teman mendatangi ke rumah korban.

“Kami melihat ada niatan pelaku dengan sengaja melakukan tindak kekerasan yang sudah direncanakan sebelumnya. Terbukti dengan adanya pihak lain yang terlibat membantu terjadinya penganiayaan. Sehingga di sini ada 1 orang sebagai dalang dari penganiayaan dan 3 orang lainnya mendukung adanya penganiayaan tersebut,” urai NI.

Menurutnya, upaya perencanaan itu juga terbukti dengan mereka berbagi peran saat menjalankan aksinya. Yakni tiga orang bertugas menahan teman IW berinisial B (28) yang berada di lokasi saat kejadian.

Hal itu diduga dilakukan agar pelaku utama (T) bisa menjalankan aksi penganiayaan dengan leluasa.

Fakta itu juga diamini oleh B yang saat kejadian melihat dengan mata kepala temannya IW dianiaya oleh T dan satu orang lainnya.

Sementara saat itu dirinya tak bisa berbuat apa-apa karena ditahan dan dihadang beberapa orang teman pelaku.

Baca Juga :  Sok Jagoan dan Main Keroyok, 5 Anggota Geng di Sragen Ditangkap Polisi. Korbannya 2 Remaja Warga PSHT

“Dari fakta ini isa ditarik kesimpulan bahwa sudah ada perencanaan dari pelaku sebagai dalang penganiayaan untuk melaksanakan penculikan dan penganiayaan dengan dibantu pihak lain dengan tugas masing-masing,” imbuhnya.

Lebih lanjut, NI memandang pernyataan pelaku jika tidak lari saat memberikan sebungkus nasi maka korban sudah hancur di lokasi, hal itu juga menyiratkan bahwa pelaku sudah sini memiliki niatan jahat berupaya menghabisi korban.

Lantas akibat kejadian penganiayaan tersebut, korban tidak bisa melaksanakan aktivitasnya sebagai perangkat desa selama dalam proses penyembuhan.

“Sebagai tokoh masyarakat menjadi beban moral atas kejadian tersebut. Karenanya kami berharap bisa melakukan penanganan yang seadil-adilnya sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Pelaku dan teman-temannya yang terlibat semua bisa diproses sesuai dengan porsi kejahatannya masing-masing,” tandasnya.

Pelaku Ditahan Dijerat Pasal 351

Pernyataan itu dilontarkan menyusul proses penanganan kasus pengeroyokan yang dilakukan kepolisian.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com