JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Masjid Tiban Wonokerso Wonogiri Jadi Tempat Persembunyian Raden Mas Said, Ceritanya Pangeran Sambernyawa Dikejar Belanda dan Diselamatkan Laba-laba di Kolong Masjid

Masjid tiban wonokerso
Bagian dalam Masjid Tiban Wonokerso Baturetno Wonogiri. Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Keberadaan Masjid Tiban Wonokerso di Desa Sendangrejo Kecamatan Baturetno Wonogiri menjadi kebanggaan warga Kota Mete. Pasalnya merupakan saksi sejarah yang tak lekang dimakan jalan.

Bukan hanya usianya yang lebih tua dibandingkan Masjid Agung Demak. Masjid yang merupakan peninggalan Walisongo itu juga menjadi saksi bersejarah perjuangan Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa melawan kolonial Belanda.

Baca Juga :  Jaga Kepercayaan Publik dan Wujud Transparansi, Hasil Tes PPS Wonogiri Mestinya Dibuka

Bangunannya tidak terlalu besar. Masjid itu memiliki luas 7 X 7 meter dan dibuat menggunakan kayu. Masjid itu berdiri di atas batu umpal sebagai alas pilar-pilar bangunan.

Takmir Masjid Tiban Wonokerso, Slamet (75) menuturkan bahwa masjid tersebut dibangun saat para Wali sedang mencari kayu untuk bangunan Masjid Demak. Saat masjid sudah berdiri dan Walisongo kembali melanjutkan perjalanan terjadi sekitar tahun 1479 Masehi.

Baca Juga :  Libur Panjang Imlek Cek Dulu Prakiraan Cuaca Jateng Senin 23 Januari 2023

Waktu pun berlalu, bangunan tersebut kemudian kembali tertutup oleh hutan. Baru beberapa ratus tahun kemudian atau sekitar 1741 Masehi, masjid tersebut ditemukan oleh seseorang.

Orang tersebut menurutnya adalah Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa. Saat itu, Raden Mas Said sedang bergerilya melawan Belanda dan bersembunyi di wilayah Wonogiri.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com