JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bersekongkol Korupsi Rp 3,8 Miliar, Mantan Dirut dan Dirum PD BKK Karanganyar Dijebloskan Bui. Terancam 20 Tahun Penjara

Dua mantan Direktur PD BKK Karanganyar, Manis Subakir dan Sutanto saat dibawa mobil Kejaksaan untuk dititipkan ke rutan Surakarta, Kamis (3/2/2022). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar akhirnya menahan dua mantan direktur perusahaan daerah Badan Kredit Kecamatan (PD BKK) Karanganyar atas kasus dugaan korupsi bermodus kredit fiktif tahun 2014-2016.

Kedua tersangka korupsi itu masing-masing mantan Direktur Utama, Manis Subakir dan mantan Direktur Umum, Sutanto.

Kedua eks pimpinan BKK itu ditahan atas kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara hampir Rp 3,8 miliar.

Modusnya keduanya bersekongkol mencairkan kredit atas nama fiktif serta memark-up plafon kredit dari lembaga keuangan milik Pemkab Karanganyar tersebut.

Baca Juga :  Saroso Warga Bangsri, Karanganyar Ditemukan Tewas Gantung Diri di Makam  Jebres, Solo

Kedua tersangka ditahan setelah berkas perkara kasus itu dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke Kejari Karanganyar.

Kasi Intel Kejari Karanganyar, Guyus Kemal mengatakan kedua tersangka dititipkan di Rutan Klas I A Surakarta sebelum menjalani persidangan Tipikor Semarang.

“Kasusnya sendiri terjadi pada 2024-2016,” paparnya kepada wartawan, Kamis (3/2/2022).

Keduanya tersandung kasus dugaan korupsi dana BKK. Modus yang digunakan yakni memanipulasi dokumen pengajuan pinjaman kredit nasabah atau kredit fiktif.

Total ada 27 nasabah yang dijadikan obyek peminjam dengan nominal antara Rp 100 sampai Rp 600 juta.

Baca Juga :  Kondisi Luka 7 Korban Bus Masuk Jurang Di Magetan Parah Karena Terjepit Pohon dan Body Bus

Namun ternyata setelah ditelusuri, tidak semuanya riil. Hanya 11 nasabah saja yang valid dan sisanya tidak riil alias hanya fiktif belaka.

“Peminjam ternyata pegawai-pegawai dan keluarganya. Proses peminjamannya tidak sesuai prosedur. Yang meminjam dengan agunan tidak sama identitasnya. Yang harusnya diverifikasi kemampuan bayar ternyata tidak dilakukan. Intinya banyak yang dipotong kompas. Akhirnya, terjadi kredit macet,” katanya kepada wartawan, Kamis (3/2/2022).

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com