JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Duh, Tak Tahan Birokasi dan Administrasi, Sejumlah Penyalur Pupuk di Sragen Dilaporkan Mengundurkan Diri

Staff Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Petrokimia Gresik, Kurniawan Adi Candra saat memberikan sosialisasi terkait penyaluran pupuk bersubsidi kepada 349 kios pupuk lengkap (KPK) di Sragen, Selasa (16/2/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejumlah kios pupuk lengkap (KPK) atau penyalur pupuk bersubsidi di Sragen dilaporkan mengundurkan diri.

Mereka diduga mundur karena tidak tahan dengan mekanisme birokrasi dan administrasi penyaluran yang makin rigid.

Meski demikian, selama setahun terakhir, tidak ada laporan atau aduan perihal kios penyalur pupuk yang dianggap melanggar aturan atau menyalahi ketentuan.

Hal itu disampaikan Staff Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Petrokimia Gresik, Kurniawan Adi Candra saat hadir dalam sosialisasi mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi di hadapan KPL atau penyalur pupuk di Sragen, belum lama ini.

Baca Juga :  Final Meriah, Tim Voli Doa Ayah dan Eka Roke New Kemukus Sukses Juara Turnamen Candirejo Cup I. Pak Prapta Berharap Bisa Terus Berkelanjutan

“Kalau aduan kios nakal belum ada. Tapi kalau yang mengundurkan diri ada. Cuma jumlah pastinya berapa, kami enggak hafal. Mereka mundur karena memang birokrasi di penyaluran pupuk dari tahun ke tahun makin rigid,” paparnya.

Baca Juga :  Sekeluarga Terlelap Tidur, Rumah Warga Ngrampal Ludes Terbakar. Kerugian Ditaksir Seratusan Juta

Candra menguraikan untuk aduan kios nakal atau penyimpangan penyaluran pupuk, sejauh ini belum ada.

Kalau pun ada, dari Pupuk Indonesia (PI) sudah berkomitmen tidak akan mentolerir segala bentuk penyimpangan penyaluran.

Sanksi tegas akan langsung dijatuhkan bagi kios pupuk yang terbukti melakukan penyimpangan penyaluran.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua