JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Penolakan Vaksinasi di Madrasah Sragen Jadi Sorotan Nasional. Baru 2 Orang Minta Divaksin Dosis Pertama, Ratusan Siswa dan Ustadzah Masih Kekeh No!

Madrasah di Pengkok, Kedawung, Sragen yang menolak program vaksinasi Covid-19. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus penolakan vaksinasi Covid-19 di salam satu madrasah yayasan Al Islam Darussalam di Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Sragen ramai jadi perbincangan.

Sejak diungkap oleh Bupati Sragen dua hari lalu, berita penolakan vaksinasi di madrasah yang dihuni ratusan siswa itu ramai menjadi sorotan hingga nasional.

Maklum penolakan itu mencuat di tengah upaya gencar pemerintah menuntaskan vaksinasi dosis ketiga atau booster untuk membendung varian Omicron yang belakang terus meroket.

Data terbaru yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM Sabtu (5/2/2022), hanya ada dua orang yang datang ke posko untuk minta divaksin.

Padahal, Pemkab bersama instansi TNI, Polri dan unsur terkait sudah melakukan berbagai pendekatan ke pimpinan maupun pengasih madrasah itu.

“Iya, perkembangannya hari ini ada dua orang yang datang ke posko minta divaksin. Dua orang laki-laki. Tapi dia bukan dari pengurus atau ustadzah. Mereka datang minta divaksin dosis pertama pakai vaksin Sinovac,” papar Kepala UPTD Puskesmas Kedawung II, dr Eko Windu Nugroho saat dikonfirmasi JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (5/2/2022).

Baca Juga :  Mengejutkan Tatag Prabawanto Mantan Sekda Sragen Menyatakan Mundur dari Partai PKB, Ini Alasannya!

Windu memastikan dua orang yang datang minta divaksin itu bukan dari lingkungan pengurus atau tenaga pengajar di madrasah tersebut.

Menurutnya dari pihak pimpinan madrasah, pengasuh, ustadzah dan internal madrasah, hingga kini belum ada yang mau divaksin.

Pun dengan semua siswa yang berjumlah hampir 239 orang, tidak ada satupun yang berubah pikiran mau divaksin.

“Belum ada ustadzah dan siswa yang mau divaksin,” imbuhnya.

Salah satu warga di dekat madrasah di Pengkok Kedawung Sragen datang minta divaksin dosis pertama, Sabtu (5/2/2022). Sementara ratusan siswa dan ustadzah masih belum ada yang mau divaksin. Foto/Wardoyo

Lebih lanjut, Windu menguraikan sebenarnya pihaknya sudah tak kurang-kurang untuk melakukan berbagai upaya dan pendekatan.

Upaya pemahaman dan sosialisasi persuasif sudah berulangkali disampaikan ke pihak pengasuh maupun pengurus madrasah.

Baca Juga :  Wilayah Soloraya Memasuki Masa Panen, Harga Beras Segera Turun, Sementara Harga Beras di Jakarta Mulai Turun Rp.1.000,-!

Namun ternyata penolakan mereka yang berdalih meragukan kehalalan vaksin, terlalu kuat untuk bisa ditembus.

“Pernah kami datang bersama Pak Kapolsek, Bu Camat, sosialisasi malam hari ke warga di situ. Waktu disampaikan jawabnya ya iya iya, tapi besoknya pas jadwal vaksinasi nggak ada yang mau. Lalu setiap jadwal vaksinasi ke sekolah itu, sebelumnya sudah kami sampaikan disertai penjelasan juga. Waktu disampaikan ya sama iya iya jawabnya. Tapi begitu besok tim datang ke sekolah, nggak ada yang mau divaksin,” urainya.

Bahkan, upaya jemput bola juga sudah dilakukan dengan membuka posko vaksinasi memanfaatkan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berjarak hanya 50 meter dari madrasah itu.

Namun harapan agar mereka tersadar dan mau divaksin, ternyata juga masih sebatas harapan.

“Tapi kami akan terus berupaya,” tandasnya. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com