JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terus Digoyang Protes, Jumlah Desa di Sragen yang Input Data Tanah Kas ke Siskeudes Kok Malah Meroket. Pemkab Sebut Sudah 140 Desa Fix!

Salah satu perangkat desa di Gemolong saat memprotes Sekdesnya sendiri gegara desanya masuk daftar yang sudah meng-input tanah bengkok di pengelolaan aset APBDes dalam rapat koordinasi Praja masalah bengkok di Ketro, Tanon, Selasa (25/1/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Derasnya gelombang penolakan pencatatan tanah kas desa di Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) yang disuarakan oleh perangkat desa ternyata berbanding terbalik dengan sikap Pemerintah Desa.

Pasalnya, jumlah desa yang sudah mencatatkan tanah bengkoknya ke Siskeudes justru kian hari kian bertambah.

Hingga hari ini, Senin (7/2/2022), Pemkab melansir sudah ada 140 desa dari total 196 desa yang sudah menginput data tanah kas desanya ke Siskeudes.

Baca Juga :  Usung Misi Tambah Kursi DPR, Demokrat Siapkan Perang Udara, Darat dan Gerilya

Sehingga praktis tinggal 56 desa yang belum tergoda untuk mengikuti input data.

Jumlah itu tentu sangat mengejutkan di tengah derasnya gelombang penolakan dari kalangan perangkat desa. Sebagai catatan, data akhir 2021, jumlah desa yang menginput tanah kas desanya baru 91 desa.

Itu pun sebagian desa sempat ramai karena perangkatnya menuntut dihapus setelah tahu ternyata desanya diam-diam sudah menginput.

Baca Juga :  Fenomena Baru, Antrian Pembeli Pertalite di SPBU-SPBU Kini Makin Membeludak dan Mengular. Ternyata Ini Pemicunya!

“Iya sampai hari ini, tinggal 56 desa yang belum menginput data tanah kas desa ke Siskeudes. Total sudah 140 desa yang input,” papar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto.

Ia memastikan bahwa wacana penarikan tanah eks bengkok kades dan Perdes itu tetap berlanjut serta jalan terus.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com