JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus Kecelakaan Mobil Damkar Sragen Tewaskan 2 Warga, Sopir Akhirnya Beri Tambahan Santunan dan Sanggupi Perbaikan Kendaraan

Tim Satlantas Polres Sragen, PMI dan warga saat mengevakuasi korban kecelakaan maut motor vs mobil Damkar di perempatan Alun-Alun Sragen, Selasa (8/3/2022) pagi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sopir mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Dinas Satpol PP Sragen yang terlibat kecelakaan maut di Alun-alun Sragen, Selasa (8/3/2022) akhirnya menyanggupi memberikan tambahan santunan kepada keluarga dua korban tewas.

Santunan duka cita yang sebelumnya dikabarkan hanya Rp 4 juta untuk dua korban, akhirnya ditambah lagi.

Selain itu, sopir bernama Eko Rismiyanto itu juga menyatakan kesanggupan untuk membiayai perbaikan sepeda motor korban yang rusak akibat kecelakaan maut itu.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Sragen, Agus Winarno, Kamis (24/3/2022).

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia mengatakan sudah tiga kali, sopir Damkar berikut perwakilan dinasnya mendatangi keluarga korban meninggal di Sawahan, Ngemplak, Boyolali.

Baca Juga :  Kejadian Kecelakaan di Sragen, 50 Orang Meninggal Dunia dan 600 Korban Luka. Kanit Ungkap Pemicunya Faktor Human Error

Selain menyampaikan bela sungkawa dan permintaan maaf, driver Damkar sudah memberikan uang santunan kepada keluarga.

“Jadi H plus 1 pasca kejadian kami sudah ke sana (rumah keluarga korban). Selang satu minggu ke sana lagi dan tadi pagi perwakilan dari kami ke sana lagi. Total sudah tiga kali,” paparnya.

Agus menuturkan saat di rumah duka, tim didampingi Satpol PP dan Damkar Kabupaten Boyolali, Kades setempat. Saat itu, pihak keluarga menerima dengan baik maksud dan kedatangan sopir maupun tim dari Damkar Sragen.

Baca Juga :  5 Kesamaan Fakta Kasus 2 Siswi SMP dan SMK di Sragen Melahirkan Bayi. Nomor 3 Bikin Ngelus Dada!

Menurutnya, saat itu, secara prinsip keluarga sudah bisa menerima insiden itu sebagai musibah. Mereka juga sudah memaklumi dan membuat surat BB pernyataan tanpa ada paksaan.

“Keluarga sudah menerima, lalu kita keluarkan kendaraan (Damkar) itu juga dalam rangka tugas. Mereka juga memahami itu murni halangan atau kecelakaan. Kita sudah beri santunan, untuk biaya perbaikan kendaraan nanti kita ikuti mekanisme. Ketika penyidik sudah mengizinkan kendaraan diambil, nanti kita tanggungjawab penuh untuk memperbaiki,” jelas Agus.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua