JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Kolak dan Gorengan Ternyata Tidak Direkomendasikan oleh Ahli Gizi untuk Berbuka Puasa, Ini Penjelasannya

ilustrasi / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Selama bulan ramadan, sudah menjadi pemandangan biasa tiap sore hari orang berjualan kolak untuk berbuka puasa.

Makanan gorengan dan kolak, biasanya memang menjadi menu wajib bagi sebagian besar masyaarakat Indonesia untuk buka puasa.

Namun, siapa sangka kedua makanan tersebut bukan pilihan yang paling baik untuk berbuka puasa setelah 12-14 jam tak makan minum?

Ahli gizi dari Universitas Indonesia (UI) Rina Agustina mengatakan, selama 14 jam puasa, tubuh mengalami kekurangan cairan dan kemungkinan hipoglikemi atau turunnya kadar gula darah.

Baca Juga :  Bisa Membahayakan Kesehatan, Ini 6 Makanan yang Sebaiknya Jangan Dipanaskan Lagi

Jadi, dia menganjurkan hal pertama yang dilakukan saat berbuka adalah minum.

“Sesegera mungkin minum untuk mengembalikan cairan tubuh saat berbuka. Kedua, untuk mengembalikan kondisi gula darah kita sehingga kita tidak mengalami hipoglikemi maka dianjurkan untuk makan makanan yang manis,” kata dia Jumat (1/4/2022).

Namun, makanan manis yang dimaksud Rina bukan kolak dalam jumlah banyak. Menurut dia, lebih bagus memilih buah-buahan atau kurma. Keduanya mengandung zat-zat baik untuk mengembalikan gula darah dalam tubuh.

Baca Juga :  Ini 5 Tips Maksimalkan Pembakaran Lemak Perut

“Pertama kita kehilangan banyak cairan, sehingga buah baik sekali, terutama semangka yang rasanya enak, segar, dan manis. Buah ini mengandung lebih dari 90 persen air,” kata Ketua Human Nutrition Research Center Fakultas Kedokteran UI itu.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com