JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Setrum Jebakan Tikus Sudah Renggut 23 Nyawa Petani, Imbauan Polisi dan Pemkab Tak Mempan?

Rentetan kejadian petani tewas kesetrum jebakan tikus berlistrik di beberapa wilayah di Sragen. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus tewasnya Mbah Seman (50) petani asal Desa Jatitengah, Sukodono, Sragen yang tewas kesetrum jebakan tikus, Rabu (13/4/2022) pagi menyisakan keprihatinan tersendiri.

Kematian petani paruh baya itu kian menambah panjang daftar petani di Sragen yang tewas akibat kesetrum jebakan tikus.

Total sudah ada 23 korban tewas di Sragen sepanjang kurun dua tahun terakhir akibat tersengat perangkap tikus beraliran listrik itu.

Rentetan kejadian yang tak kunjung memberi efek jera itu menyisakan keprihatinan tersendiri. Padahal upaya sosialisasi dari berbagai unsur diklaim tak pernah berhenti.

“Sebenarnya sosialisasi sudah terus kita lakukan. Setiap pertemuan, bahkan tiap ada hajatan kita sampaikan bahayanya setrum jebakan tikus dan konsekuensi ancaman pidana jika sampai menimbulkan korban jiwa,” papar Kades Jatitengah, Sagi kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (13/4/2022).

Baca Juga :  Innalillahi, Buruh Pabrik Bata Ringan Bricon Sragen Tewas Terjepit Mesin. Tubuhnya Remuk Perut Sampai Terburai

Ia juga menyampaikan kasus kesetrum jebakan tikus yang menimpa Mbah Seman (50) pagi ini, sebenarnya juga sudah terdeteksi jauh hari sebelumnya.

Bahkan, Kadus setempat sudah mengingatkan yang bersangkutan agar segera menghentikan pemasangan setrum jebakan tikus. Namun ternyata imbauan itu tak diindahkan.

AKBP Yuswanto Ardi. Foto/ Wardoyo

Sebelumnya, Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi juga mengancam akan mengambil langkah tegas memidanakan pemasang jebakan tikus listrik.

Hal ini didasari banyaknya korban tewas akibat kesetrum jebakan tikus listrik. Ancamannya tak main-main.

Bagi petani yang masih nekat memasang jebakan tikus listrik bakal dijerat pidana UU Ketenagalistrikan.

Mengacu UU tersebut, ancaman pidana bagi pemasang setrum jebakan tikus yang mengakibatkan korban jiwa bisa terancam pidana 5 tahun dan denda Rp 500 juta.

Baca Juga :  Kesasar Jalan Ghaib, Bus Rombongan Pengantin Terdampar Semalaman di Embung Sulur Sambungmacan

“Jadi bukan hanya pidana ya dan juga denda sampai Rp 500 juta karena melanggar UU Ketenaglistrikan. Aparat kepolisian sebenarnya tidak perlu menunggu jatuh korban sudah bisa menindak pelaku pemasang jebakan listrik,” ujar Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi kepada wartawan usai sosialisasi dengan petani di Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Kamis (13/1/2022) silam pasca insiden tewasnya korban ke-22.

Menurut Kapolres, pihaknya sudah memetakan wilayah yang memiliki jebakan tikus listrik di sawah Sragen.

Dari 20 kecamatan yang ada di Sragen, perangkat setrum jebakan tikus terdeteksi paling banyak di tiga kecamatan.

Yakni Kecamatan Sragen, Sidoharjo, dan Kecamatan Ngrampal. Ketiganya dekat dengan pusat Kabupaten Sragen.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com