JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Anak Jadi Polisi, Bapak Dapat Bantuan Bedah Rumah BSPS. Begini Penjelasan Kades di Sambungmacan Sragen!

Ilustrasi bedah rumah Program BSPS. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Program bedah rumah dari bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) di Sragen menjadi perbincangan. Salah satunya di Desa Banyurip, Kecamatan Sambungmacan.

Ada salah satu penerima bantuan yang diperbincangkan. Pasalnya warga tersebut dinilai kondisi ekonominya masih layak.

Sementara, ada warga lain dengan ekonomi dan kondisi rumah di bawahnya justru tidak dapat bantuan senilai Rp 20 juta itu. Penerima bantuan tersebut dilaporkan berada RT 14.

“Kalau dilihat ekonominya masih terbilang mampu. Anaknya ada yang jadi polisi tapi malah dapat bedah rumah. Bukan iri, tapi kalau dilihat masih ada warga lain dan bahkan janda yang ekonominya lebih tidak mampu dan rumahnya juga lebih jelek, malah enggak dapat. Semoga jadi bahan masukan ke pemerintah saja Mas,” ujar salah satu warga di Banyurip, Sambungmacan, Sragen.

Baca Juga :  Angka Stunting Sragen Masih 18,8 %, Ada 52 Desa Jadi Penyumbang Kasus. Bupati Perintahkan Kades dan Camat Lakukan Ini!

Terkait hal itu, Kades Banyurip Suwarno membenarkan memang ada satu warga penerima di RT tersebut yang anaknya menjadi anggota polisi.

Namun, warga itu statusnya sudah mudah menjadi kepala keluarga (KK) sendiri dan rumah utamanya yang selama ini ditinggali diberikan kepada sang anak.

Ia juga menyampaikan BSPS merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang diberikan melalui Dinas Perkim.

Karena sifatnya stimulan, bantuan itu diperuntukkan memang untuk membantu rehabilitasi rumah warga yang kondisinya masuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta sudah memiliki kesiapan ingin memperbaiki atau membangun rumah.

“Nah, bapaknya itu kebetulan memang sudah siap ada material seperti pasir, kayu dan lainnya karena memang akan memperbaiki rumah yang ditempatinya. Ini yang mungkin belum sepenuhnya dipahami, bahwa BSPS itu sifatnya stimulan dan salah satu persyaratannya harus sudah ada kesiapan atau swadaya dulu dari penerima,” terangnya.

Baca Juga :  Dianggap Mencoreng Desa, Warga Desak Pak Bayan di Kedawung Sragen yang Tega Hamili Siswi SMK Disanksi Lengser

Menurut Kades, penerima bantuan langsung by name by address dari pusat. Nominal bantuannya adalah Rp 20 juta dicairkan tiga tahap.

Tahap pertama Rp 10 juta, kemudian Rp 7,5 juta dan sisanya Rp 2,5 juta untuk upah tenaga kerja.

Lebih lanjut, dijelaskan untuk warga lain yang tidak mampu, Pemdes selama ini sudah mengalokasikan bantuan bedah rumah secara bertahap sejak 6 tahun pemerintahannya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua