JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Beri Tauziah, Bupati Ini Ungkap 3 Kunci Sukses Dalam Kehidupan. Salah Satunya Aja Kulina Sambat!

Bupati Karanganyar sekaligus Sekretaris DPD I Golkar Jawa Tengah, Juliyatmono saat menyampaikan sambutan dalam acara halal bihalal dan gelar budaya di Desa Tegalrejo, Gondang, Sragen, Jumat (13/5/2022) malam. Foto/Wardoyo
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ingin sukses, jangan banyak mengeluh. Sebab mengeluh diyakini akan menurunkan kekuatan semangat dan aura positif seseorang.

Tak pernah mengeluh diyakini akan menjadi salah satu kunci sukses seseorang dalam mengarungi kehidupan.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat memberi tauziah singkat dalam acara halal bihalal dan gelar budaya warga di Desa Tegalrejo, Gondang, Sragen, Jumat (13/5/2022) malam.

Meski beda wilayah, Bupati yang akrab disapa Yuli itu diundang sebagai tamu kehormatan untuk memberi tauziah singkatnya.

Di hadapan ratusan warga Tegalrejo dan sekitarnya, Bupati yang juga Sekretaris DPD I Golkar Jateng itu membeberkan tiga kunci sukses dalam mengarungi kehidupan.

Baca Juga :  Demam Dukungan Sudaryono Maju Pilgub Jateng Terus Mengalir, Siap Menangkan Orang Dekat Presiden Terpilih Prabowo Subianto

“Yang pertama, kalau pingin sukses, pingin lancar, monggo sungkem orang tua. Nyuwun pangestu orangtua. Karena ridha Allah itu melalui orangtua,” paparnya.

Kemudian yang kedua, adalah tidak mengeluh apalagi putus asa. Bupati Yuli menyampaikan dalam ajaran agama Islam, dilarang untuk berputus asa.

Kemudian mengeluh juga tidak disarankan karena itu akan melemahkan dan mempengaruhi postur syaraf positif seseorang.

“Sambat itu sangat tidak disukai Allah. Makane aja kulina sambat (jangan terbiasa sambat). Setiap orang itu sudah makomnya sendiri-sendiri. Karena sambat akan melemahkan dan mempengaruhi postur syaraf, sehingga orang yang Kakehan sambat tubuh akan jadi ngedrop. Sesusah apapun Allah pasti akan beri jalan,” tuturnya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Tasyakuran Kemenangan Prabowo Gibran Sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029 di Tanon Sragen

Kunci ketiga adalah prasangka baik. Menurutnya jika seseorang selalu menjaga prasangka baik, maka akan mendekatkan dengan kebaikan-kebaikan.

Sebaliknya jika diisi prasangka buruk maka akan lebih dekat dengan keburukan-keburukan pula.

“Jangan sampai melukai. Dengan selalu berprasangka baik maka kita akan dapat kebaikan-kebaikan,” tandasnya. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com