JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Memanas, Sidang Penipuan Dana Beku Rp 65 Miliar Sragen Diwarnai Adu Mulut. Korban Ungkap Transfer Rp 430 Juta ke Ika Rini

Pasutri asal Sambungmacan korban penipuan berkedok investasi dana beku, Sudarno dan Suparyanti serta anaknya Niko saat memberikan kesaksian di persidangan perdana perkara itu di PN Sragen, Selasa (10/5/2022)). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sidang perdana perkara penipuan investasi berkedok dana beku Rp 65 miliar yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sragen, Selasa (10/5/2022) berlangsung memanas.

Korban yang kesal merasa ditipu sempat terlibat adu mulut dengan kuasa hukum terdakwa. Bahkan percekcokan sampai terbawa ke luar arena selesai sidang digelar.

Sidang pembuka itu menghadirkan terdakwa, Haris Supriyadi (64) pengusaha sekaligus Presiden Direktur PAC Grup asal Klaten didampingi kuasa hukumnya.

Kemudian, korban yakni pasutri pengusaha asal Dukuh Butuh RT 34, Banaran, Sambungmacan, Sudarno (61) dan Suparyanti (57) serta anak korban, Niko Aditya Darmawan.

Baca Juga :  Soto Kwali Si Racikan Sekda Sragen Sabet Juara Lomba Masak HUT Sragen 2022. Kalahkan Soto Bupati dan Wabup

Persidangan Dipimpin Ketua Majelis Hakim Sutiyono, dengan hakim anggota Adityo Danur Utomo dan Andris Henda Gautama. Dari JPU dihadiri Apriyanto Kurniawan.

Sidang dibuka dengan agenda pembacaan dakwaan kemudian berlanjut dengan pemeriksaan saksi korban.

Hakim bergantian meminta keterangan dari Sudarno, Paryanto dan putranya perihal kronologi mereka bisa tergiur tawaran pencairan dana beku oleh terdakwa sampai rela membayar ratusan juta.

“Kenapa anda percaya saja dan mau saja transfer berkali-kali padahal belum tahu dananya (dana beku),” tanya hakim.

Korban, Paryanti, mengatakan dirinya percaya lantaran terdakwa selama ini dikenalnya sebagai sosok kondang dan ilmunya hebat.

Sidang diwarnai adu mulut saat Paryanti emosi ketika terdakwa selalu mengelak dari sejumlah tuduhan soal penipuan tersebut.

Baca Juga :  Menguak Karaoke Siluman di Pasar Nglangon Sragen. Dari Luar Kios Biasa, Begitu Dibuka Masya Allah..

Dalam kesaksiannya, ia mengungkapkan awal penipuan yang dialaminya dan suaminya. Bermula saat tahun 2019 lalu, suaminya bertemu terdakwa Haris.

Saat itu, terdakwa menawarkan bantuan bisa mencairkan uang beku bernilai puluhan miliar. Namun syaratnya, Sudarno diminta menyiapkan dana senggekan dengan nominal sepersepuluh dari dana yang diinginkan.

Syarat lain, uang yang cair nantinya harus digunakan untuk membeli aset. Meski tak disebutkan sumber dana beku itu, iming-iming mendapat Rp 65 miliar itu membuat Sudarno-Suparyanti pun tergoda.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua