JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Orangtua Polisi di Sragen Dapat Bantuan Bedah Rumah BSPS, Ketua Kelompok: Kerjanya Buruh Tani!

Kades Banyurip, Suwarno saat menunjukkan proses pengerjaan bedah rumah program BSPS dari Kementerian PUPR untuk warga berpenghasilan rendah di desanya, Selasa (24/5/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sorotan terkait adanya orangtua anggota polisi yang menerima bantuan bedah rumah dari program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) di Desa Banyurip, Sambungmacan, Sragen mendapat tanggapan dari kelompok setempat.

Ketua kelompok pengelola Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Desa Banyurip, Sarimin Sudarto (52) menegaskan BSPS untuk warga yang anaknya polisi itu diberikan sudah sesuai dengan ketentuan.

Sebab meski anaknya menjadi polisi, kondisi ekonomi yang bersangkutan dinilai masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Selain itu, yang bersangkutan juga sudah usia lanjut dan ingin misah menjadi keluarga (KK) sendiri. Sedang rumah utama milik warga tersebut yang dipandang layak, saat ini sudah dialihkan untuk anaknya.

“Jadi dia pingin misah jadi KK sendiri. Rumahnya ditempati anaknya. Nah bapak itu kerjanya juga cuma buruh tani. Makanya diusulkan dapat BSPS itu, kebetulan dia ingin misah dan sudah ada persiapan material dan swadaya untuk membuat rumah kecil misah dari anaknya,” ujarnya didampingi warga lain dan Ketua RT saat memberikan penjelasan terkait BSPS, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga :  Kerjasama dengan Oasen Belanda, Kebocoran PDAM Sragen Turun 8 %. Rob Hoffman dan Henk Van Brenk Kagumi Semangat Pegawai

Sarimin menguraikan warga tersebut juga tidak serta merta mengajukan atau diajukan sendiri. Akan tetapi melalui proses usulan dari RT dan melewati rapat.

Selain kondisinya menengah ke bawah, BSPS diberikan untuk warga yang memang sudah memiliki kesiapan swadaya atau material untuk membangun rumah.

Ketua Kelompok BSPS Desa Banyurip, Sarimin Sudarto. Foto/Wardoyo

Hal itu berbeda dengan program bedah rumah lainnya seperti RTLH atau dari UPTPK. Di mana yang dibedah memang tidak ada persyaratan harus memiliki swadaya atau material lebih dulu.

Baca Juga :  Kejadian Kecelakaan di Sragen, 50 Orang Meninggal Dunia dan 600 Korban Luka. Kanit Ungkap Pemicunya Faktor Human Error

Menurutnya di Banyurip, total ada 38 warga penerima BSPS pada tahun 2022 ini. Masing-masing menerima Rp 20 juta yang dicairkan dalam 3 tahap langsung ke rekening masing-masing.

Ia juga menegaskan Pemdes maupun Kades sama sekali tidak terlibat dalam pengelolaan. Semua ditangani oleh kelompok BSPS yang dibentuk di desa.

“Jadi bantuannya itu ditransfer ke rekening anggota. Lalu material masuk 50 persen, yang langsung ditransfer ke toko material. Penanganan ada di kelompok. Cairnya Rp 10 juta, lalu Rp 7,5 juta dan terakhir kalau sudah rampung 100 persen bangunannya, yang Rp 2,5 juta baru dicairkan untuk upah tenaga kerja. Jadi warga nggak pegang uang, semua diwujudkan dalam bentuk material,” terangnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua