SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM —Sebanyak 1.200 item produk asal Kota Solo mulai dari fashion hingga kesenian akan mulai dipamerkan di departemen store Le BHV Marais Rabu, (8/6/2022) besuk hingga Jumat, (15/7/2022) mendatang. Dalam pameran ini juga akan mempertontonkan pergelaran budaya asal Solo, Eko Supriyanto sebagai pembukanya.
Selain itu akan menampilkan beragam tari. Mulai dari garapan baru tari srimpen gangsal, garapan baru tari dan gunungan wayang, cuplikan fragmen wayang orang perang kembang, dan berpadu dengan kerakyatan tali bali bale ganjung. Dimeriahkan juga oleh artis asal Indonesia di Paris, Anggun C. Sasmi.
Menurut Mohammad Oemar, Duta Besar RI untuk Prancis, Andorra, Monako, dan Unesco di Perancis tidak sembarangan produk yang dapat dipamerkan dan masuk ke departemen store Le BHV Marais. Karena setiap produk harus melalui kurasi yang ketat dari pihak kurasi dari Perancis.
“Tim BHV Marais punya ahli kurasi bukan ahli pemasarannya saja. Tapi, ahli riset pasar Perancis, ada juga ahli pada bidang yang ditampilkan misal fashion, karya lukis, atau kerajinan tangan dia punya ahli mengkurasi. Menurut dia produk ini bisa diterima tidak oleh publik Perancis,” terang Mohamad Oemar, Duta Besar RI untuk Prancis, Andorra, Monako, dan Unesco dalam talkshow “Buah Karya Bangsa Di Paris”.
Ditambahkan Oemar, yang dikurasi tim Perancis bukanlah dari kota mana di Indonesia. Namun apakah karya tersebut bisa diterima oleh publik Perancis atau tidak.
“Untuk mengisi kegiatan selama 1 bulan lebih ini setiap weekend kita juga adakan workshop. Antara lain adalah workshop membatik. Jadi nanti ada bimbingan terhadap masyarakat yang tertarik untuk merasakan sendiri dan menyaksikan bagaimana membatik. Mereka bisa mempraktekkan, kita beri kursus kilat. Sehingga merasakan seni membatik itu dan dapat menghasilkan karya yang bagus,” sambung Oemar.
Sementara itu Walikota Solo, Gibran Rakabuming, melalui pameran tersebut pihaknya lebih ingin memperkenalkan batik di mata dunia.
“Kita ini pakai batik motif beda beda. Besuk kita kenalkan kenapa ini motifnya beda beda. Setiap motif dan warna di batik punya filosofi sendiri sendiri. Sehingga itu yang membuat batik itu kaya,” terangnya.
Selain itu dirinya berharap warga lokal Perancis atau warga manapun di seluruh dunia dapat menerima produk-produk asal Solo yang dibawa ke Paris.
“Selama 1 bulan waktu yang cukup lama kita punya kesempatan untuk men-showcase–kan produk-produk kita. Harapannya warga lokal atau manapun itu bisa menerima produk produk kita. Kemudian sekali lagi kita pengen mengenalkan terutama batik jenis jenis batik dan filosofi filosofi dibaliknya. Kita juga pengen warga Paris mungkin nanti bisa berkunjung ke Kota Solo dan bisa mengeksplore lagi apa yang kita punya di Solo,” tandasnya. (Ando)
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















