JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ada Kadus Mesum Sampai Hamili Siswi Didesak Lengser, Ini Kata Sekda dan Inspektorat Sragen!

Tatag Prabawanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus asusila yang dilakukan Pak Bayan atau Kepala Dusun (Kadus) di salah satu desa di Kecamatan Kedawung berinisial SWD (52) menghamili siswi SMKN asal desa setempat berinisial N (18) hingga melahirkan, menuai reaksi dari Pemkab.

Sekda Sragen dan Inspektorat setempat mengaku prihatin atas kasus asusila yang dilakukan oknum Kadus berstatus duda tersebut.

“Sangat memprihatinkan. Seorang aparatur pemerintahan mestinya bisa memberi teladan yang baik dan perbuatannya tidak melanggar norma,” papar Sekda Sragen, Tatag Prabawanto.

Meski demikian, soal desakan sanksi dilengser dari jabatan, ia menyampaikan soal sanksi menjadi kewenangan pimpinan atau atasannya.

Hal itu mengacu pada Perda dan Perbup soal perangkat desa bahwa pelanggaran oknum perangkat desa menjadi kewenangan atasan untuk memberikan sanksi.

Baca Juga :  Lomba Senam Sicita Sragen Geger, Capek-Capek Jungkir Balik Latihan, Tim Juara Kecamatan Protes Ditikung Tim Comotan

“Untuk sanksi tergantung kepala desanya sebagai atasan,” jelas Sekda.

Senada, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Sragen, Badrus Samsu Darusi berharap kasus itu menjadi perhatian dan pembelajaran bagi semua aparatur pemerintahan, PNS hingga aparat desa.

Bahwa sebagai aparat harusnya menjaga dari segala perbuatan yang melanggar norma-norma di masyarakat.

“Harapan kami tentunya seorang aparatur negara yang diberikan amanah untuk melayani masyarakat, harusnya menjaga martabat dan tidak melakukan perbuatan yang dilarang. Baik dalam kegiatan yang berkaitan dengan tugasnya maupun dari sisi kolegial dia posisi sebagai apa. Di aturan sudah jelas aturannya dan sanksinya. Harapan kami kasus di Kedawung itu bisa dijadikan pelajaran besar bagi aparat lainnya agar tidak terulang,” tandasnya.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Museum Purbakala Bukuran dan Ngebung Sragen Kembali Dibuka Usai 2 Tahun Tiarap. Tiket Masuk Cuma Rp 8.000

Kasus Terakhir

Camat Kedawung, Endang Widayanti juga memberikan pesan moral menohok atas kasus itu.

“Pertama untuk Pak Bayan khususnya selaku perangkat desa ini saya harapkan ini menjadi pembelajaran yang pertama dan terakhir kalinya khususnya di Kedawung dan di mana tempat lah. Karena perangkat desa itu abdi pemerintah yang harusnya memberikan contoh suri teladan beliau berada,” paparnya usai memimpin mediasi di balai desa tempat Pak Kasus SWD bertugas, Senin (20/6/2022).

Ia berharap kasus serupa tidak terulang kembali. Kepada perangkat desa lain, diharapkan bisa memetik pelajaran dari kasus tersebut dan sebisa mungkin menghindari perbuatan tidak terpuji.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com