JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bantah Bilang Lonte, Pemuda Korban Pengeroyokan di Sragen Ternyata Malah Sempat Diancam Dibunuh. Karang Taruna Langsung Bergerak

Pelajar asal Tangkil terduga pelaku penganiayaan dan pengeroyokan saat berdamai dengan korban yang dikeroyok di Mapolsek Sragen Kota, Rabu (1/6/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus pengeroyokan yang menimpa W (25) pemuda asal Desa Tangkil, Sragen oleh 3 remaja berstatus pelajar asal desa yang sama, menguak fakta baru.

Ternyata pemuda yang dikeroyok karena dituduh menyebar perkataan bahwa ibu salah satu pelajar berinisial C (18) adalah perempuan nakal atau lonte itu dikenal sebagai pemuda pendiam dan tak neko-neko.

Di mata warga dan pemuda karang taruna setempat diketahui sebagai pemuda baik-baik. Bahkan, informasi yang dihimpun dari warga, korban diketahui adalah anak keluarga kurang mampu dan lugu.

Menurut salah satu warga Tangkil, korban selama ini tidak pernah keluar malam apalagi mengumbar perkataan macam-macam.

Baca Juga :  Ditinggal Pengajian, Rumah Mbah Pur Hangus Terbakar. Korban Disebut Sangat Tegar dan Ikhlas

“Warga dan pemuda karang taruna malah kaget. Wong anaknya (korban) itu orang nggak punya, nggak neko-neko kok dipukuli dan dikeroyok. Makanya begitu tahu korban dikeroyok, karang taruna langsung bergerak berempati dan mencari ketiga pelaku untuk dibawa ke rumah Pak Kades,” papar N, salah satu warga kepada wartawan, Rabu (1/5/2022).

Korban sempat diklarifikasi oleh warga dan Kades. Di hadapan warga, pemuda itu bersumpah tidak pernah mengatakan apa-apa menyangkut pelaku apalagi bilang ibu salah satu pelaku lonte.

Sementara, di mata warga, salah satu pelajar pelaku memang dikenal berperangai kurang baik.

Pergaulan malam dan diduga dalam pengaruh minuman keras, membuat mereka kalap dan kemudian beraksi brutal mengeroyok korban.

Baca Juga :  Mencekam, Ratusan Massa Perguruan Silat di Sragen Serang Perguruan Lain yang Sedang Latihan. 4 Pendekar Jadi Korban Dilempari Batu hingga Ditendang

Kasus pengeroyokan itu terungkap setelah salah satu pelaku mengunggah video ancaman ke korban usai pengeroyokan. Mereka bahkan melontarkan ancaman akan membunuh korban jika sampai mengadu ke karang taruna.

“Malam itu juga karang taruna langsung gerak mencari ketiga pelaku. Kemudian ketemu dan dibawa ke rumah pak Kades untuk diklarifikasi. Saat itu juga langsung Polsek datang. Mereka dibawa ke Polsek,” urainya.

Terpisah, Kades Tangkil Suyono saat dikonfirmasi menyampaikan kasus itu diduga karena salah paham.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com