JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Duh Gusti, Sudah 2 Tahun Kasusnya Masih Gelap, Organ Vital Siswi SD Korban Perkosaan Bergilir di Sragen Malah Dilaporkan Alami Infeksi

Ilustrasi gadis perempuan jadi korban. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus dugaan perkosaan massal yang dialami W (9) siswi SD di Sukodono Sragen oleh 3 remaja usia SMP dan seorang pria oknum guru silat tetangganya, kembali menghadirkan fakta miris.

Siswi tersebut kini dilaporkan terkena infeksi pada bagian alat vitalnya. Sementara hampir 2 tahun laporan di kepolisian berjalan, polisi belum jua mampu menguak siapa pelakunya.

Fakta miris itu diungkap kuasa hukum keluarga korban dari LBH Mawar Saron Solo, Andar Beniala Lumbanraja.

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia mengatakan infeksi itu diketahui saat korban diperiksakan ke salah satu rumah sakit di Sragen belum lama ini.

“Jadi tahunya ketika si anak ini kemarin mengalami demam. Sama bapaknya kemudian dilakukan pengecekan di salah satu rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, ada bakteri pada bagian alat vital korban,” paparnya Minggu (19/6/2022).

Andar menguraikan meski demikian, kondisi korban dipastikan sehat. Perihal adanya infeksi bakteri pada organ vital itu kemudian mendapatkan penanganan oleh dokter.

Ia memastikan temuan infeksi pada organ vital itu di luar konteks dari kasus perkosaan yang dialami korban. Sebab pemeriksan oleh dokter itu dilakukan mandiri bukan terkait atau karena imbas kasus perkosaan yang dialami korban.

Baca Juga :  Siswi SMKN di Sragen Dihamili Pak Bayan, Kepala Sekolah Sebut Efek Pembelajaran Online. "Tahu-Tahu Sudah Melahirkan!"

“Soal apakah itu ada efek dengan kejadian, tidak bisa diketahui juga. Karena kejadian yang dialami korban kan sudah hampir 2 tahun lalu. Yang jelas ini fakta baru dari hasil pemeriksaan mandiri oleh orangtuanya kemarin,” tutur Andar.

Terkait penanganan kasus di Polres, ia menyampaikan saat ini masih menunggu kelanjutan perkembangan dari kepolisian.

Mengingat sudah hampir 2 tahun, sebagai kuasa hukum korban dan keluarga, pihaknya sangat berharap kasus itu segera terang dan ditemukan pelakunya.

“Harapan kami semua warga Indonesia berharap agar kasus ini terang benderang dan ditemukan pelakunya. Kemudian ada perlindungan hukum untuk masyarakat yang teraniaya dan dia masyarakat miskin untuk dapat mendapat keadilan,” tandasnya.

Perlindungan LPSK

Sementara, Kapolres AKBP Piter Yanottama saat acara ramah tamah dengan wartawan pekan lalu menyampaikan perkembangan terbaru, ada tim Lembaga Perlindungan Saksi dan korban (LPSK) yang akan melakukan interview dan pendampingan terhadap korban maupun siswi berinisial P (14) yang menjadi saksi kunci kasus tersebut.

Baca Juga :  Tangan Nekat Masuk ke Baju Siswi Cantik Saat Naik ke KRL, Pemuda AS Langsung Ditangkap Polisi
Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama. Foto/Wardoyo

LPSK dijadwalkan akan melakukan interview terhadap korban, orangtuanya serta P, siswi yang disebut mengajak korban ke balai desa sebelum digilir 3 pelaku.

“Awalnya dijadwalkan tanggal 2 Juni. Tapi dari keluarga belum siap dan minta diundur. Kemungkinan besok. LPSK datang untuk kegiatan pendampingan terhadap saksi kunci. Karena itu perlu pendampingan LPSK. Nanti akan ada pemeriksaan dan interview untuk pendalaman,” papar Kapolres kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (7/6/2022).

Bersamaan dengan itu, nantinya tim penyidik Polres Sragen juga akan melakukan observasi.

Kapolres menegaskan pihaknya tetap menindaklanjuti kasus tersebut. Namun kasus itu memang butuh pendalaman dan kehati-hatian mengingat minimnya saksi.

Kasat Reskrim, AKP Lanang Teguh Pambudi menyampaikan penanganan tetap jalan terus. Menurutnya sejauh ini masih dilakukan pendalaman.

Pihaknya mengaku harus berhati-hati agar tidak terjadi salah sasaran. Saat ini masih fokus penggalian keterangan dan memang belum ada mengarah pada penetapan tersangka.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua