JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kalijambe Kian Memanas, 9 Peserta Seleksi Perangkat Desa Kalimacan Tuntut Pembatalan dan Tes Ulang. Buntut Nilai LPPM Dituding Tak Transparan

Surat keberatan dari peserta seleksi penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Kalimacan, Kalijambe yang menuntut pembatalan hasil dan tes ulang, Senin (13/6/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 9 peserta dari 13 peserta seleksi penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Kalimacan, Kalijambe, Sragen mendesak panitia untuk membatalkan hasil seleksi.

Mereka pun menuntut dilakukan tes ulang secara keseluruhan yang lebih terbuka dan transparan.

Desakan itu disampaikan melalui surat keberatan yang dilayangkan ke panitia, Senin (13/6/2022).

Tuntutan pembatalan dan tes ulang dilontarkan lantaran mereka keberatan dengan pelaksanaan ujian dan penilaian ujian komputer dasar yang dianggap tidak transparan dan melanggar Perbup.

Surat keberatan itu diajukan dan ditandatangani oleh 9 peserta di formasi Kaur Kesra. Mereka masing-masing Qomarudin, Titik Rumini, Sigit Prastowo, Levia Imroatul Azizah, Solichin, Sigit Suyono, Indah Sulistyaningsih, Ernawati dan Titin Dwi Astuti.

Dalam surat itu, mereka juga melampirkan cetakan tangkapan layar live score hasil ujian tes 1 dan 2 di LPPM Universitas Tidar.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Minibus Elf Hancur Gasak Fuso di KM 438 Tol Bawen. 12 Orang Jadi Korban, 5 Tewas

Kemudian berita acara tambahan pelaksanaan uji kompetensi CAT, cetakan hasil ujian tertulis dan ujian komputer dari LPPM-PMP Universitas Tidar.

Dalam surat itu, intinya mereka mengajukan keberatan atas hasil Tes Kemampuan Dasar Komputer (Tes 2) yang dikeluarkan pihak LPPM pada hari Jumat (3/6/2022). Karena penilaian dilakukan secara tidak transparan atau tidak terbuka dengan beberapa alasan.

“Nilai tes kemampuan dasar komputer yang dikeluarkan oleh LPPM-PMP Universitas Tidar Magelang, bukan nilai murni, baik yang muncul di layar komputer setelah peserta selesai melaksanakan ujian atau yang muncul pada live score yang sudah dilihat banyak orang,” papar salah satu peserta, Qomarudin kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (13/6/2022).

Baca Juga :  Penuh Haru, Kepulangan 446 Prajurit Yonif 408 dari Papua Disambut Pelukan Hangat Anak Istri. "Welcome Home Papa!"

Keberatan peserta adalah pihak LPPM-PMP mengeluarkan nilai tes kemampuan dasar komputer dengan cara mengalikan 2 (dua) dari jumlah soal yang ada.

Hal itu dinilai tidak transparan atau tidak terbuka mengingat penilaian itu tidak diinformasikan kepada peserta baik sebelum ujian tanggal 29 Mei 2022 maupun saat transit sebelum ujian dimulai tanggal 3 Juni 2022.

Lantas, sistem perhitungan mengalikan 2 setiap nilai itu secara otomatis akhirnya merubah hasil nilai secara keseluruhan dan juga merubah peringkat peserta ujian yang sebelumnya berdasarkan nilai murni.

Hal itu berimbas membuat ada peserta ujian yang diuntungkan dan ada yang dirugikan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com