Beranda Wisata Piknik Karimunjawa, Surga Tersembunyi di Seberang Jepara

Karimunjawa, Surga Tersembunyi di Seberang Jepara

Pantai Bobby yang indah berpasir putih. Foto: Lilik

JOGLOSEMARNEWS.COM โ€” Ada rasa penyesalan ketika saya pertama kali menapakkan kaki ke Karimunjawa. Rasa sesal itu adalah kenapa saya baru mengunjungi kepulauan ini sekarang? Karimunjawa selalu ada dalam daftar daerah yang akan saya kunjungi untuk berwisata, namun selalu saya coret dan terkalahkan dengan daerah wisata yang mungkin lebih jauh jangkauannya dan lebih mahal ongkosnya. Padahal, jarak Yogyakarta ke Jepara hanyalah sekitar 5 (lima) jam saja.

Berdasar data, Karimunjawa adalah kepulauan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (sekitar 80 kilometer barat laut Jepara) yang terdiri dari 27 pulau dengan 5(lima) pulau yang sudah berpenghuni yakni Karimunjawa, Kemujan, Nyamuk, Parang, dan Genting. Pulau utama dikenal sebagai Karimun (2.700 ha), sedangkan pulau terbesar kedua adalah Kemujan (1.400 ha). Di pulau Kemujan inilah terdapat bandara di Karimunjawa, yakni Bandara Dewandaru yang melayani penerbangan menuju Semarang dan Surabaya. Karimunjawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara

Menurut legenda lokal, Karimunjawa ditemukan oleh Sunan Nyamplungan. Kala itu, Sunan Muria memerintahkan Amir Hasan ke sebuah pulau yang terlihat kremun-kremun (kabur) dari puncak Gunung Muria untuk mengembangkan ilmu agamanya. Karena terlihat kremun-kremun, akhirnya pulau tersebut dinamai โ€œKarimunjawaโ€ hingga kini. Tidak heran, 90 persen lebih dari penduduk Karimunjawa beragama Islam. Banyak masjid bagus berdiri di pulau ini.

Bersiap untuk snorkeling di laut sekitar pulau Menjangan. Foto: Lilik

Perjalanan ke Karimunjawa ini saya lakukan akhir bulan Mei 2022 bersama rombongan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan UGM, dengan menggunakan jasa agen travel dari Yogyakarta. Kamis malam atau Jumat dini hari jam 1 kami berangkat dengan bus dari Yogyakarta menuju pelabuhan Jepara. Perjalanan malam selama 5 jam kami habiskan dengan tidur karena esok harinya kami sudah akan langsung melalukan trip seharian.

Rupanya perjalanan kami sangat lancar, dan ada banyak waktu sekitar 2 jam untuk makan pagi di Jepara sebelum persiapan menyeberang ke Pulau Karimunjawa. Suasana atau aura wisata laut sudah kami rasakan selama kami di pelabuhan mulai dari proses cek in tiket, boarding atau pemeriksaan dokumen, sampai kami masuk ke kapal. Jika bawaan atau koper agak banyak, tersedia jasa porter atau buruh angkat yang relatif murah harganya. Mereka akan membantu kita membawakan barang bawaan menuju kapal.

Kami memilih Kapal Cepat Express Bahari dengan waktu tempuh 2,5 jam dari Jepara menuju Karimunjawa. Tepat pukul 9 pagi kapal berangkat dengan diiringi ombak yang tenang, dan suasana dalam kapal yang tertib dan rapi, membuat kami bisa istirahat dan menikmati perjalanan laut dengan nyaman. Dan tidak terasa perjalanan 2,5 jam kami sudah mendarat di Karimunjawa. Dari dermaga Karimunjawa kami langsung menuju hotel Java Paradise tempat kami menginap untuk beristirahat dan makan siang.

Pantai Bobby

Pantai Bobby adalah lokasi pertama yang kami datangi di siang itu, yang berjarak sekitar 10 menit berkendaraan mobil dari hotel. Disambut oleh pasir putih sepanjang pantai, wisatawan bersantai sambil berfoto dan bermain ayunan. Saya memilih menikmati air kelapa muda yang disajikan di warung pinggir-pinggir pantai sambil ngobrol dengan pemilik warung dan sopir yang akan mengantar kami selama 3 (tiga) hari 2 (dua) malam di Karimunjawa.

Menurut pemilik warung, awalnya pantai ini ditemukan oleh seorang wisatawan dan sempat dibeli sebagai area provat. Namun tidak dirawat dan tinggal begitu saja. Kemudian warga berinisiatif untuk mengelola pantai tersebut, membersihkan, menjaga pantai, dan menjaganya. Biaya masuk Rp 10.000 per orang akan digunakan untuk perawatan pantai. Perpaduan pasir putih, air laut, pohon kelapa dan pepohonan hijau menjadikan pantai Bobby memiliki pemandangan yang sangat indah dan memanjakan mata, apalagi jika datang pagi hari ketika sunrise. Istimewa!

Bukit Love

Puas menikmati pantai Bobby, hanya perlu sekitar 15 menit saja berkendaraan kami menuju Bukit Love yang berlokasi di Desa Jatikerep, Karimunjawa. Dari area parkiran sudah terlihat tulisan Karimunjawa di atas bukit. Untuk mencapai tulisan di batu tersebut tidak begitu susah, hanya sedikit antre dengan pengunjung lain. Rupanya bukit tersebut adalah icon yang biasa digunakan oleh wisatawan untuk berfoto sambil menikmati sunset. Rombongan kami pun menunggu sunset di situ, sambil mendengarkan musik yang diputar di kafe sekaligus mata menerawang ke lautan yang ada di depan, diselingi dengan nyiur melambai. Sungguh syahdu. Kami juga sekaligus makan malam di kafe Bukit Love. Sajian ikan lokal khas Karimunjawa yang segar.

Hotel Java Paradise

Hotel tempat kami menginap adalah hotel terbesar dan terbaru yang menyajikan berbagai macam layanan bagi tamu, termasuk kolam renang besar dan pilihan kamar berupa cottage. Ada juga cafe di belakang hotel, tepat menghadap laut. Dan pagi hari kami jalan pagi ke pantai di belakang hotel, menikmati udara segar. Dan ternyata, dermaga Karimunjawa hanya dekat saja dengan hotel kami bisa terlihat dengan jelas kapal-kapal sedang berlabuh.

Keindahan bawah laut Karimunjawa, snorkeling. Foto: Lilik

Snorkeling, Wisata Laut di Pulau Menjangan

Hari kedua di Karimunjawa adalah wisata laut berupa snorkeling di sekitar pulau Menjangan, menikmati pemandangan bawah laut berupa terumbu karang, biota laut dan ikan-ikannya beraneka macam. Guide berpengalaman mendampingi kami menikmati wisata laut ini. Kami bergantian difoto bawah laut oleh guide, bermain formasi mengambang di laut, dan seru-seruan bersama sampai tak terasa perut kami lapar. Hidangan ikan bakar segar sungguh pas bagi kami yang sedang butuh energi banyak ini.

Pantai Tanjung Gelam

Usai membersihkan diri setelah seharian snorkeling, kami menikmati waktu sunset di pantai Tanjung Gelam sambil menikmati teh panas dan cemilan goreng-gorengan. Nikmat dan indah sekali pemandangan di sini. Pasir putih,terdapat 2 (dua) pohon kelapa miring, yang merupakan ciri khas dari pantai ini. Pantai Tanjung Gelam adalah salah satu lokasi andalan untuk menikmati keindahan matahari terbenam.

Keindahan bawah laut Karimunjawa, snorkeling. Foto: Lilik

Pasar Malam di Alun-alun

Setiap malam Minggu, di Alun-alun Karimunjawa digelar banyak sekali dagangan mulai dari berbagai macam ikan segar, oleh-oleh khas lokal, ikan kering, baju, kuliner, minuman, sampai kerajinan khas. Sebenarnya saya pengin menikmati ikan bakar segar yang sungguh menggiurkan, namun kami baru saja makan malam dan perut tidak memungkinkan untuk ditambah lagi. Akhirnya saya pilih beli ikan-ikan kering, kerupuk, dan produk olahan ikan untuk oleh-oleh. Juga membeli kayu dan gelang kayu khas Karimunjawa yakni kayu Dewandaru.

Minggu pagi, kembali ke Jogja

Wisata 3 hari 2 malam di Karimunjawa rasanya cepat sekali. Alam Karimunjawa nan indah dan eksotis telah menyegarkan pikiran kami. Alam yang asri dan hijau serta penduduk yang ramah membuat kami betah. Namun kami harus kembali ke Jogja karena Senin pagi harus beraktivitas lagi, keluarga dan pekerjaan sudah menunggu. Lilik Uswah