JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

8 Surga Tersembunyi di Sragen yang Cocok untuk Wisata Healing Liburan dan Tahun Baru

Water boom dan kolam renang di Ndayu Park. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Memasuki libur panjang menjelang Tahun Baru, masyarakat kini mulai berburu tempat wisata untuk refreshing.

Nah, Kabupaten Sragen juga dikenal memiliki sederet tempat wisata yang tak kalah menarik untuk healing menghabiskan waktu liburan anda.

Berikut rangkuman 8 obyek wisata terpopuler yang menjadi andalan Sragen dan cocok untuk tujuan healing versi JOGLOSEMARNEWS.COM :

1. Ndayu Alam Asri atau Ndayu Park

Terletak di Desa Dayu, Kecamatan Sragen sekitar 20 KM dari Kota Solo,
Dayu Alam Asri menyimpan sejuta potensi yang siap dinikmati oleh para wisatawan dari berbagai usia.

Selain keindahan alam pedesaan yang mempesona dengan deretan pohon jati yang menaungi areal seluas hampir 5 Hektare, berbagai fasilitas pendukung telah disediakan demi kenyamanan para wisatawan yang berkunjung ke tempat ini.

Ndayu Park dari atas. Foto/Wardoyo

Antara lain kebun binatang mini (mini zoo), wahana bermain dan ketangkasan, agrowisata, resort, pendopo pertemuan, gazebo, kolam renang lengkap dengan arena luncuran, resto, dan sebagainya.

Di lokasi Ndayu Park, pengunjung memang disajikan berbagai jenis wahana yang tak hanya menarik namun juga mendidik.

Ndayu Park Sragen. Foto/Wardoyo

Ada mini zoo atau kebun binatang mini, wahana bebek apung, arena outbond, bio farming dan education center (Bitec), kebun organik, hingga rumah roti.

Kemudian ada wahana kolam renang, water boom, skuter listrik hingga yang terbaru adalah sanggar seni.

Pengelola juga terus berinovasi dengan menambah sejumlah wahana. Yang terbaru ada wahana sepeda gantung yang akan diluncurkan pada libur Lebaran 2022 ini.

Water boom dan kolam renang di Ndayu Park. Foto/Wardoyo

Harga tiket sepeda gantung juga sangat terjangkau yakni Rp 10.000 per orang. Hanya dengan tiket seharga itu, pengunjung bisa menikmati tantangan bersepeda di atas air dengan rute bolak balik.

Wahana lain yang sudah disiapkan adalah sanggar seni. Sanggar itu dilengkapi dengan perangkat gamelan, wayang kulit hingga arena menari.

Sanggar yang dirintis oleh Dirut sekaligus mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono itu nantinya akan difungsikan sebagai tempat latihan berbagai kesenian tradisional mulai pedalangan, seni tari, hingga karawitan.

2. Pemandian Air Panas Bayanan

Obyek wisata pemandian air panas Bayanan terletak di ujung tenggara
Kabupaten Sragen. Tepatnya di Dusun Bayanan, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.

Wajah baru obyek wisata pemandian air panas Bayanan di Sambirejo Sragen. Foto/Wardoyo

Secara geografis, Pemandian Air Panas Bayanan terletak sekitar 17 kilometer
di sebelah tenggara ibukota Kabupaten Sragen.

Di obyek wisata ini, pengunjung bisa menikmati keaslian dari air panas Bayanan yang konon dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Selain hangatnya air yang terpancar dari sumber air, para pengunjung kini juga dimanjakan dengan keindahan pemandangan dan wahana yang sudah dipermak makin cantik.

Dengan polesan sejumlah fasilitas seperti gazebo, ornamen bunga hingga cat warna- warni, pengunjung yang hobi Selfie dipastikan akan makin betah untuk mengabadikan momen wisatanya di obyek wisata ini.

Tarif tiket masuk pun juga sangat terjangkau.

Baca Juga :  Mengantuk Saat Mengemudi, Bus Eka Terguling di Sragen! Begini Nasib Penumpangnya..

3. Waduk Kedung Ombo (WKO)

Berlokasi di ujung barat Kabupaten Sragen, Waduk Kedung Ombo terletak di Kecamatan Sumberlawang, sekitar 30 kilometer dari pusat kota.

Meski punya cerita kelam lantaran dibangun dengan menenggelamkan banyak desa, Waduk Kedung Ombo kini menjadi salah satu peninggalan sejarah yang menjadi salah satu obyek wisata andalan Sragen.

Di waduk ini, pengunjung akan disuguhi pemandangan indah hamparan air waduk nan biru.

Ilustrasi menikmati panorama Waduk Kedung Ombo (WKO) dari atas perahu. Foto/Wardoyo

Kemudian yang hobi berwisata air, pengunjung bisa menumpang perahu motor bertualang
mengunjungi pulau-pulau yang bermunculan di tengah waduk.

Pengunjung juga bisa menikmati sensasi memancing ikan atau menyantap beragam kuliner hasil waduk sembari menikmati hawa sejuk.

Selain itu, di sekitar waduk kini sudah didukung oleh desa wisata yang mengandalkan keindahan dan potensi alam masing-masing.

Salah satunya Desa Wisata Boyolayar yang ada di Desa Ngargosari, Sumberlawang. Di desa ini, pengunjung bisa berselfie ria di wahana yang dilengkapi replika perahu dengan lanskap hamparan air waduk nan indah.

Di Desa wisata ini pula ada kebun kelengkeng seluas puluhan hektare yang ditanam di pekarangan dan tegalan warga.

4. Kedung Grujug Doyong

Obyek wisata air terjun nan alami ini belakangan mendadak menjadi idola baru bagi wisatawan pecinta nuansa alam.

Berjarak kurang lebih sekitar 30 KM dari kota Sragen, wisata alam Kedung Grujug di Dukuh Pungkruk, Desa Doyong, Kecamatan Miri, memang menjadi wisata alternatif baru bagi wisatawan lokal maupun luar Sragen.

Indahnya air terjun alami di Grujug Doyong desa Doyong, Miri, Sragen. Foto/Istimewa

Selain menyajikan pesona keindahan alam dan air terjun alaminya, Kedung Grujug Miri juga banyak dijadikan sebagai tempat menyalurkan hobi para mancing mania.

Terdapat beberapa jenis ikan di Kedung Grujug, antara lain Lele, Daringan, Kutuk, Wader, Sepat, Betok, Tawes atau putihan, Nila, Mujair, Udang.

Untuk menuju ke lokasi wisata Kedung Grujug juga tidak begitu sulit. Hanya saja akses masuk ke lokasi ini cukup berbelok-belok dan lokasi jalan menuju wisata ini yang masih berupa tanah.

Namun, semua itu bakal terbayar lunas melihat keindahan alam yang ada di lokasi Kedung Grujug tersebut.

Di lokasi Kedung Grujug, kita akan dimanjakan dengan aliran air sungai nan jernih yang mengalir menjadi air terjun.

Selain itu kita bisa lihat keindahan susun batu batuan alam tersusun rapi yang berada di pinggiran air terjun yang terbentuk ribuan tahun lalu.

5. Museum Sangiran

Terletak di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Museum Purbakala Sangiran berjarak 40 km dari pusat Kota Sragen dan sekitar 17 km dari Solo.

Sangiran awalnya merupakan dome menyimpan puluhan ribu fosil dari zaman pleistocen berusia lebih dari 2 juta tahun lalu).

Fosil-fosil purba ini merupakan 65
% fosil hominid purba di Indonesia dan 50 % di seluruh dunia.

Hingga saat ini telah ditemukan lebih dari 13.685 fosil 2.931 fosil ada di
Museum, sisanya disimpan di gudang penyimpanan.

Baca Juga :  Terharu dan Bangga: 3 Bulan Menjelang Pensiun, Perwira Polres Sragen Ini Raih Pangkat AKBP!
Mantan Mendiknas, Anies Baswedan saat berkunjung ke Museum Sangiran beberapa waktu lalu. Foto/Wardoyo

Di Museum Sangiran atau lengkapnya Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran ini, pengunjung bisa menelusuri jejak sejarah evolusi manusia dan kehidupan pada zaman purba.

Tak heran, selain menjadi obyek wisata skala nasional, museum Sangiran juga dikenal menjadi menjadi lokasi studi bagi mahasiswa asing atau dunia yang ingin melakukan penelitian tentang sejarah purbakala.

Museum Sangiran juga sudah ditetapkan sebagai World Heritage List (Warisan Budaya Dunia).

Obyek wisata ini menyajikan sejumlah fasilitas diantaranya ruang pameran atau diorama fosil manusia dan binatang purba, laboratorium, gudang fosil, ruang slide dan kios-kios suvenir khas Sangiran.

6. The New Kemukus

Obyek Wisata Gunung Kemukus terletak di Desa Pendem, Kecamatan
Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Berada satu garis lurus dengan Waduk Kedung Ombo, obyek wisata ini merupakan reinkarnasi dari obyek wisata Makam Pangeran Samudera.

Obyek wisata ini kini makin moncer setelah ditahbiskan menjadi obyek wisata religi dan keluarga dengan nama baru The New Kemukus.

The New Kemukus berjarak sekitar 35 kilometer dari Solo dan 30 kilometer dari pusat kota Sragen.

Mengandalkan wisata berbasis religi di yakni ziarah ke makam Pangeran Samudera, obyek wisata ini makin ciamik setelah dipermak dengan dana puluhan miliar dari pemerintah pusat dua tahun silam.

Pesona baru obyek wisata New Gunung Kemukus dengan keindahan desain yang mirip wisata papan atas dunia. Foto/Wardoyo

Pengunjung kini tak hanya bisa berziarah, namun juga bisa menikmati keindahan alam berupa kesejukan bukit dan pemandangan air waduk yang mengelilingi Gunung Kemukus.

Kilauan cahaya dari ratusan lampu taman di sepanjang tepian dermaga sangat cocok bagi pengunjung yang gemar selfie.

Beragam wahana dan pembenahan fasilitas juga terus dilakukan untuk mengikis stigma negatif obyek wisata yang sempat menjadi sorotan dunia karena ritual bernuansa esek-eseknya beberapa tahun silam ini.

Tak heran, selain menjadi jujugan bagi penggemar wisata religi dan ziarah, The New Kemukus kini menjelma menjadi salah satu obyek wisata favorit bagi keluarga.

7. Water Boom Jambangan Kaliwedi

Water boom Jambangan Permai di Desa Kaliwedi, Gondang kini juga tengah digandrungi penggemar wisata air.

Kesejukan alam, kejernihan air dan pemandangan khas pedesaan, membuat water boom yang dikelola BUMDes Kaliwedi ini jadi salah satu arena favorit untuk menghabiskan liburan dengan bermain air.

Pesona water boom Jambangan Permai di Desa Kaliwedi, Gondang, Sragen yamg bakal termegah karena akan dilengkapi kolam berstandar internasional . Foto/Wardoyo

Dengan tiket masuk hanya Rp 10.000 plus gratis soto membuat wisata water boom ini kini jadi salah satu idola baru wisata air di Sragen.

8. Trip To Boyolayar

Bagi pecinta wisata air, obyek wisata perjalanan di perairan WKO bisa jadi alternatif baru.

Belum lama ini, Pemdes Ngargosari, Sumberlawang membuka trayek wisata baru bernama Trip to Boyolayar.

Ilustrasi naik perahu di perairan Waduk Kedung Ombo (WKO). Foto/Wardoyo

Dengan tiket Rp 50.000, pengunjung bisa menikmati perjalanan menyusuri WKO dari dermaga di Boyolayar menuju Kemukus. Tak hanya itu pengunjung masih mendapat satu paket makan siang di karamba tengah WKO. (Wardoyo)

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com