JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Usai Viral, Bambang Pur Apresiasi Langkah Bupati Sragen Surati BKN. Berharap Bu Suwarti Tetap Dapat Hak Pensiun!

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati (kiri) dan anggota DPRD Bambang Widjo Purwanto (kanan). Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Anggota DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto mengapresiasi langkah Pemkab dan Bupati yang bergerak merespon kasus Suwarti, guru agama SD di Sambirejo yang tidak diakui sebagai guru dan diminta mengembalikan gaji 2 tahun saat pensiun.

Bambang yang sejak awal mendampingi perjuangan Bu Suwarti, menilai langkah koordinasi ke BKN dinilai menunjukkan Pemkab tak tinggal diam dalam menyikapi kasus yang viral hingga nasional itu.

“Kami sampaikan terimakasih dan apresiasi langkah Bupati yang sudah mengirimkan surat ke BKN. Artinya dari Pemda sudah ada upaya memperjuangkan nasih Bu Suwarti,” paparnya kepada wartawan, Selasa (7/6/2022).

Legislator asal Gondang itu menilai dirinya tergerak mendampingi lantaran dari awal melihat kasus itu berpotensi merugikan Bu Suwarti.

Baca Juga :  Hadir di Sragen, Menteri Desa PDTT Bawa 2 Pesan Penting Presiden Jokowi untuk Desa. Catat Ini Pesannya!

Sebab yang bersangkutan benar-benar mengajar sebagai guru selama 35 tahun dan diangkat PNS dengan surat keputusan (SK) sebagai guru.

Sehingga ketika di akhir pengabdian justru dianggap tidak memenuhi syarat sebagai guru dan malah diminta mengembalikan gaji 2 tahun, hal itu dinilai tidak adil bagi yang bersangkutan.

“Kalau dirunut dari awal, itu mutlak kesalahan dari BKPSDM. Karena dari awal beliaunya (Bu Suwarti) diangkat dengan SK guru. Naik pangkat juga masih guru. Dia dapat sertifikat pendidik dan tunjangan sertifikasi. Artinya dia lengkap untuk jalankan tugas sebagai guru dan mendapat hak untuk bertugas sampai usia 60 dan tunjangan pensiun,” jelasnya.

Perihal ijazah sarjana yang dipermasalahkan, ia justru mempertanyakan letak kesalahannya. Sebab realitanya, Bu Suwarti bisa mendapat tunjangan sertifikasi guru dan ijazahnya juga tidak bermasalah.

Baca Juga :  Capek-Capek Jungkir Balik, Tim Futsal Wartawan Tetap Kalah 0-2 dari Bupati CS. Sekda Sumbang Satu Gol

Padahal secara logika, persyaratan mendapat sertifikasi guru adalah ijazah sarjana dan linier dengan mapel tugasnya.

Sehingga ia menilai apa yang menimpa Bu Suwarti saat ini lebih karena keteledoran Pemkab dalam hal ini BKPSDM dalam memproses administrasi.

“Bagaimana bisa dia dianggap tidak masuk guru, padahal SK-nya guru dan dapat sertifikasi guru. Kalau ijazah penyesuaian dipersoalkan aturan jarak atau lintas provinsi, mengapa diberikan sertifikasi,” imbuhnya.

Atas kondisi itu, ia berharap pemerintah pusat, BKN hingga daerah bisa sinkron menyikapi kasus ini dan mempertimbangkan fakta yang ada.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com