JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ada yang Sampai Meninggal, Ketua Komisi II DPRD Sragen Tolak Saran Gubernur Ganjar Soal Pemutihan Tunggakan Pajak Rp 24 Miliar

Hariyanto (kiri) dan Ganjar Pranowo (kanan). Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ketua Komisi II DPRD Sragen, Hariyanto menolak opsi pemutihan atau pembebasan tunggakan pajak dan retribusi yang direkomendasikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Selain rentan memicu kecemburuan sosial, opsi itu dinilai tidak mendidik dan justru akan merugikan daerah.

Terlebih nilai tunggakan pajak dan retribusi termasuk tunggakan Pajak Bumi Bangunan (PBB) hingga akhir 2021, mencapai Rp 24 miliar lebih.

“Kemarin dari hasil evaluasi Gubernur, mengingat besarnya tunggakan pajak Sragen yang mencapai Rp 24 miliar, ada dua opsi. Yang pertama mengoptimalkan penagihan, kedua jika tidak bisa ditagih, bisa diajukan pemutihan melalui pengajuan ke panitia urusan piutang negara (PUPN). Menurut kami, opsi pemutihan itu tidak pas dan kami tidak sependapat,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (20/7/2022).

Baca Juga :  Doa Ratusan Laskar Sukowati Sragen untuk Para Korban Tragedi Kanjuruhan

Legislator asal PKB itu menjelaskan pemutihan dianggap bukan solusi yang mendidik. Sebab perilaku menunggak PBB atau pajak lainnya itu tidak sepenuhnya karena wajib pajak atau masyarakat yang tidak mampu membayar.

Akan tetapi, ada tunggakan yang terjadi akibat andil ketidakberesan petugas pemungut pajak utamanya PBB.

Menurutnya data yang ada, masih ada sebagian petugas pungut atau perangkat yang ngemplang tidak menyetorkan pajak dari warga.

Baca Juga :  Tolak Relokasi, Pedagang Kios Renteng Nglangon Sepakat 2 Opsi Harga Mati. Kios 6 x 6 atau Rp 150 Juta Plus Kios!

“Kalau kemudian serta merta diputihkan, enak yang petugas ngemplang tapi kasihan di warga. Sudah susah payah membayar ternyata tidak disetorkan. Kalau kemudian dibebaskan tunggakannya, nanti akan memicu kecemburuan dan makin menjadi. Orang jadi malas-malasan bayar karena berharap nanti ada pemutihan tunggakan,” urainya..

Dikejar Sampai Meninggal 

Di sisi lain, ia justru sepakat dengan opsi memaksimalkan penagihan. Menurutnya besarnya tunggakan pajak di Sragen yang mencapai Rp 24 miliar, menjadi tantangan bagi petugas dan pegawai di instansi terkait untuk menagih.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com