JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Tinggalkan Selembar Surat, Gadis asal Kemusu Boyolali Tewas Gantung Diri

ilustrasi kasus pria mencoba gantung diri
foto ilustrasi tali gantungan, seorang pria di Bantul ketahuan mencoba gantung diri usai bertengkar dengan istrinya | tribunnews
   

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Har alias Tan (20) ditemukan tewas gantung diri di kediaman majikannya di Dukuh Jantir RT 1 RW 2, Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Jumat (29/7/2022) pukul 05.35. Korban gantung diri dengan seutas tali di samping rumah.

“Korban diketahui berasal dari Desa Bawu, Kecamatan Kemusu. Selama ini, dia menjadi pembantu rumah tangga (PRT) di rumah Ibu Fajar di Dukuh Jantir, Desa Sindon,” ujar Kasubag Humas Polres Boyolali, AKP Dalmadi.

Inilah surat yang ditulis korban sebelum gantung diri / Foto: Waskita

Dijelaskan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh saksi Fani (13). Pagi itu saksi sedang berias sebelum berangkat sekolah. Saat itulah, dia melihat korban dalam kondisi tergantung di samping rumah.

Baca Juga :  Relawan Bolone Master Gelar Deklarasi, Usung Mas Dokter untuk Maju Pilbup Boyolali 2024

Fani pun langsung berteriak minta tolong. Mendengar teriakan tersebut, Supratman (59) segera mendekati Fani. Setelah tahu apa yang terjadi, dia kemudian keluar rumah dan berusaha menolong korban.

“Sayangnya, kondisi korban sudah tak bernapas dan nada denyut nadi.”

Kejadian itu lalu dilaporkan kepada ketua RT setempat yang diteruskan ke Polsek Ngemplak. Begitu menerima laporan, polisi langsung mendatangi TKP. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

“Polisi juga mengamankan selembar surat tulisan dari korban. Isi surat, korban minta maaf kepada keluarga dan dia pamit karena  tak tahan menanggung depresi.”

Baca Juga :  Jaga Silaturahmi dan Kerukunan, Ratusan Guru dan Tenaga Kependidikan di Boyolali Ikuti Halal Bihalal

Dalam keterangannya kepada polisi, saksi Supratman mengungkapkan, korban sempat pamit pulang kampung ke Kemusu pada Minggu (24/7). Namun, informasi pihak keluarganya di kampung, korban tidak pulang ke sana.

“Pada Selasa (26/7/2022) sore, korban pulang ke rumah di Desa Sindon. Ketika pulang dari Kemusu, sikap dan perilaku korban tidak seperti biasa. Dia terlihat kurang ceria,” lanjut Dalmadi menirukan ucapan saksi Supratman. Waskita

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com