JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Di Balik Isu Konsorsium 303 dan Bisnis Haram Ala Sambo di Daerah. Yang Setor Dijamin Aman, Yang Mbangkang Tamat Riwayat!

Grafik Kaisar Sambo dan Konsorsium 303 yang kini ramai beredar di media sosial. Kolase/JSnews
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Terbongkarnya isu lingkaran bisnis haram di lingkungan elit kepolisian dengan istilah konsorsium 303 dan kaisar Ferdy Sambo yang menjadi sorotan akhir-akhir ini, tak henti menjadi perbincangan publik.

Banyak kalangan meyakini isu konsorsium itu bukan isapan jempol semata.

Tak hanya di tataran pusat, skenario bisnis haram yang alirannya merasuk ke pucuk-pucuk pimpinan itu juga diyakini terjadi di daerah.

Di tengah ramainya sorotan Konsorsium 303 belakangan ini, sejumlah mantan pelaku yang pernah terlihat bisnis perjudian atau 303 di Sragen pun menyebut skema konsorsium ala Ferdy Sambo itu memang mendekati realita.

“Itu seperti sudah membudaya. Dari dulu sampai sekarang saya yakin polanya masih sama. Itulah mengapa bisnis gelap seperti 303 itu nggak pernah bisa habis meski dioperasi. Karena memang ada yang seperti sengaja dibiarkan sebagai tambang,” papar BN, salah satu mantan tambang judi capjikie di wilayah Sragen kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (22/8/2022).

BN menuturkan tak jauh beda dengan konsorsium ala Sambo, modus bisnis gelap 303 di daerah juga dijalankan dengan peran terstruktur dan sangat rapi.

Jika ingin aman, pelaku bisnis 303 harus mengikuti aturan yakni ada setoran rutin. Biasanya setoran itu diserahkan dalam kurun waktu tertentu yakni sebulan sekali.

Bagi bisnis yang sudah masuk konsorsium dengan atensi rutin, maka bisa beroperasi dengan aman tanpa tersentuh penindakan.

Sebaliknya jika ada yang beroperasi di luar konsorsium atau beda bendera, maka digaransi tidak akan berumur lama.

“Polanya seperti itu. Kalau sudah atensi, pasti aman. Kalau tidak, ya riwayatnya pasti tamat. Karena nanti cepat atau lambat di lapangan pasti akan ketahuan, ini masuk jaringan apa tidak. Kalau tidak, pasti dikukut, cepat atau lambat riwayatnya pasti tamat,” urai mantan tambang judi yang kini sudah insyaf itu.

Namun ia enggan membeberkan berapa nominal atensi atau setoran pengamanan bisnis gelap itu. Karena biasanya aliran itu sudah ditekel oleh pengelola di tataran atas.

Baca Juga :  Demam Dukungan Sudaryono Maju Pilgub Jateng Terus Mengalir, Siap Menangkan Orang Dekat Presiden Terpilih Prabowo Subianto

“Kalau semua mau jujur, ya memang begitu adanya. Makanya sebenarnya dengan terbongkarnya skenario konsorsium itu harusnya jadi momentum kalau memang ingin jadi baik. Mohon maaf, selama ini kadang momentum itu hanya beberapa saat, setelah itu akan kembali ke hobi lama. Ini susahnya,” timpal mantan tambang judi lainnya asal Sragen Utara, J saat menceritakan pengalamannya.

Memanasnya isu adanya konsorsium bisnis gelap perjudian Ferdy Sambo juga dikabarkan membuat praktik perjudian di daerah, termasuk di Sragen, kini mulai berhenti.

Tak hanya perjudian online, judi darat atau konvensional pun sementara dikabarkan memilih tiarap.

Hal itu terungkap dari pengakuan sejumlah pelaku yang selama ini bersentuhan hingga yang terlibat dengan aktivitas perjudian.

“Iya, sejak terbongkarnya Sambo dan beredarnya konsorsium 303 itu, memang semua aktivitas 303 (sebutan untuk perjudian di pasal KUHP) tiarap. Sudah ada seminggu nggak ada yang berani buka. Baik online atau darat semua tiarap ini. Tetangga saya yang kemarin jadi tambang online juga langsung tutup sementara,” papar YH, salah satu warga di Tanon yang selama ini sering pasang dan memantau saat berbincang dengan JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (21/8/2022).

Ia menuturkan sebenarnya isu konsorsium 303 yang dibongkar di elit Polri dari kasus Ferdy Sambo itu bukan isapan jempol belaka.

Praktik bisnis gelap itu hampir sudah menjadi rahasia umum tidak hanya di tataran atas namun juga di daerah.

Adanya bekingan kuat dan jatah setoran rutin setiap bulan, membuat praktik judi selama ini bisa nyaman beroperasi tanpa tersentuh operasi.

“Kalau mau jujur, konsorsium itu memang ada dan hampir di semua daerah ya seperti itu. Makanya ketika di pucuk elit terbongkar, yang di daerah langsung antisipasi dan tutup dulu,” urainya.

Pantauan di lapangan, beberapa titik di wilayah Sragen yang selama ini terdeteksi sebagai lokasi penjualan judi togel dan capjikie tampak lengang, Minggu (21/8/2022).

Padahal hari-hari sebelum isu konsorsium Sambo beredar, di warung-warung yang sebelumnya ditengarai menjadi lokasi penjualan kupon, selalu ramai di jam-jam tertentu.

Baca Juga :  Siswi SMPN 3 Gemolong Raih Juara Puteri Pelajar Indonesia 2024

“Iya, sudah beberapa hari ini nggak buka. Infonya memang sementara lagi tiarap. Efek dari kasus Sambo dan konsorsium 303 yang lagi ramai disorot itu, semua jadi ketakutan,” imbuh HR, salah satu warga di Kecamatan Tanon.

Di sisi lain, warga sebenarnya merespon positif terbongkarnya konsorsium 303 itu. Sebab selama ini praktik 303 di beberapa wilayah hampir seperti tumbuh subur dan jarang tersentuh.

“Mau lapor juga percuma karena semua sudah tahu ujung-ujungnya juga mentok. Dilaporkan besoknya berhenti sebentar, lalu buka lagi. Jadi kadang warga juga nggak bisa apa-apa,” tukasnya.

Kapolri Ancam Copot 

Seiring beredarnya skema Konsorsium 303 Ferdy Sambo ke publik, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan arahan tegas saat mengumpulkan seluruh pejabatnya mulai dari tingkat Polres, Polda, hingga Mabes Polri, Kamis (18/8/2022).

Dalam pertemuan itu, Kapolri menginstruksikan jajarannya itu untuk memberantas segala tindak pidana mulai dari peredaran narkotika hingga perjudian.

“Mulai dari peredaran narkotika, perjudian baik konvensional ataupun online, adanya pungutan liar (pungli), Ilegal minning, penyalahgunaan BBM dan LPG, sikap arogan hingga adanya keberpihakan anggota dalam menangani permasalahan hukum di masyarakat,” kata Sigit dalam kegiatan video conference kepada seluruh jajaran mulai dari tingkat Mabes Polri hingga Polda jajaran seluruh Indonesia, Kamis (18/8/2022).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan pers terkait pengusutan kasus pembunuhan Brigadir J, Kamis (4/8/2022) malam. Foto/Wardoyo

Kapolri menyampaikan ia telah lama mengeluarkan perintah dalam pemberantasan tindak pidana perjudian.

“Saya ulangi, yang namanya perjudian apakah itu judi darat, judi online, dan berbagai macam bentuk pelanggaran tindak pidana lainnya harus di tindak,” katanya.

Mantan Kabareskrim Polri itu juga menegaskan bahwa ia tidak akan mentolerasi bila ada pejabat Polri yang terlibat dalam tindak pidana tersebut.

“Saya tidak memberikan toleransi kalau masih ada kedapatan, pejabatnya saya copot, saya tidak peduli apakah itu Kapolres, apakah itu direktur, apakah itu Kapolda saya copot. Demikian juga di Mabes tolong untuk diperhatikan akan saya copot juga,” kata Sigit. (Wardoyo/Tempo.co)

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com