JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Enam Kecamatan di Boyolali Darurat Kekeringan, Pemkab Siapkan Dana Rp 200 Juta

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Widodo Munir / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Boyolali menetapkan darurat kekeringan di enam kecamatan. SK Darurat kekeringan itu berlaku tiga bulan sejak 1 Agustus 2022 lalu.

“Untuk itu, kami sudah menyiapkan anggaran Rp 200 juta guna mengantisipasi kekurangan air bersih di musim kemarau ini. Dana tersebut diplot untuk pengadaan air bersih di enam kecamatan yang rawan air bersih,” ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Widodo Munir, Jumat (12/8/2022).

Baca Juga :  Alhamdulillah, Izin Pelepasan TKD Turun. Desa-desa di Boyolali Ini Siap-siap Cari Tanah Pengganti

Dijelaskan, sesuai SK Bupati nomor 360/551 tahun 2022 tersebut, keenam wilayah yang masuk daerah darurat kekeringan yakni, Kecamatan Juwangi, Kemusu, Wonosegoro, Wonosamudro, Musuk dan Tamansari. Daerah rawan kekeringan ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya.

“Seperti Andong dan Selo saat ini tidak masuk daerah rawan kekeringan,” jelasnya.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Seperti adanya penyediaan air bersih Pamsimas yang dikelola DPU PR, penyediaan air bersih dari Perumda Tirta Ampera maupun sumber air yang dikelola masyarakat secara mandiri.

Baca Juga :  Seperti ini Kehebatan Stadion Kebo Giro Boyolali, Dapat Pujian Warganet

“Sedangkan enam kecamatan itu masih perlu disupport meski sudah ada upaya mandiri dari masyarakat.”

Anggaran Rp 200 juta ini untuk penyediaan air bersih sekitar 200 tangki.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com