JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Geger Beredar Grafik Kaisar Sambo dan Konsorsium 303. Seret Sejumlah Nama Jenderal, Setoran Setahun Disebut Capai Rp 1,3 Triliun

Ilustrasi grafik Kaisar Sambo dan Konsorsium 303 yang kini ramai beredar di media sosial. Kolase/JSnews

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah harapan besar penegakan hukum atas kasus pembunuhan keji Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo, publik kembali digemparkan dengan beredarnya dugaan kebobrokan di tubuh elite Polri yang menyeret nama Sambo.

Belakangan, ramai beredar sebuah grafik menggambarkan sebuah skema besar aliran bisnis gelap yang bermuara pada Ferdy Sambo.

Grafik berjudul “Kaisar Sambo dan Konsorsium 303” itu beredar luas di media sosial dan menyebar melalui pesan maupun postingan video.

Dari video dan grafis yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM , grafik Kekaisaran Sambo dan Konsorsium 303 itu berisi 6 halaman.

Di dalamnya menggambarkan diagram adanya aliran dana dan peran personel terkait bisnis gelap yang dipimpin Sambo.

Konon bisnis gelap itu beromset miliaran hingga triliunan dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam grafik itu juga menampilkan sejumlah nama anggota Polri perwira tinggi, menengah, dan pertama lengkap dengan jabatannya lengkap dengan perannya dalam konsorsium.

Baca Juga :  Kapolri Mutasi 30 Perwira, Terdiri 11 Jenderal Bintang dan 17 Kombes

Ada juga nama-nama dari kalangan sipil yang turut masuk dalam bagan.

Setoran Rp 1,3 Triliun

Pada halaman pertama ditampilkan alur aliran dana setoran dan beking. Wajah Sambo berada paling atas dalam bagan tersebut dibubuhi keterangan, “setiap tahun Ferdy Sambo dan kroninya menerima setoran lebih dari 1,3 triliun.”

Selain itu ada juga tulisan, “di kalangan bandar judi, Ferdy Sambo dikenal dengan sebutan Kaisar Sambo.”

Grafik Kaisar Sambo dan Konsorsium 303 yang kini ramai beredar di media sosial. Kolase/JSnews

Halaman ini mengungkap tentang project 2024, Konsorsium 303, tim pukul, dan investor. Bagan mengurai tentang bagaimana dana mengalir dan dari siapa saja dana masuk.

Di halaman kedua menampilkan adanya peran sentral seorang berpangkat AKBP dalam menjalankan bisnis judi. Mulai dari aliran dana masuk, hingga aliran dana keluar untuk bekingan.

Disebutkan pula seolah AKBP tersebut jembatan jalur komunikasi petinggi Polri sebagai beking, dengan Konsorsium 303 yang mengelola Gelper, judi bola, dan judi online.

Baca Juga :  Curiga Kandungan Pupuk Urea, Petani Sragen Ungkap Ditambah Sedikit Tanaman Malah Mblebes Mati!

Konsorsium 303 dalam bagan ini mengacu pada sejumlah nama sipil yang dikaitkan dengan bandar judi di sejumlah wilayah.

Di mana mereka selalu lolos dalam operasi pemberantasan judi lantaran memiliki beking kuat.

Halaman ketiga juga tidak jauh berbeda. Tapi lebih ditekankan tentang bagaimana Ferdy Sambo dan tim kecilnya dalam memimpin operasi capres potensial dengan dana dari judi online.

Targetnya adalah menjadikan Ferdy Sambo Kapolri tahun 2024 sehingga Konsorsium 303 tetap bisa berjalan.

Sementara halaman selanjutnya berisi bagan tentang bagaimana Ferdy Sambo bisa menghilangkan barang bukti sebuah kasus dan pendanaannya.

Halaman kelima berjudul operasi alibi. Digambarkan seolah tim dari lingkaran Ferdy Sambo melakukan operasi pemberantasan judi, sehingga terkesan pihak mereka tidak terkait dengan peredaran judi yang ada saat ini.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com