JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Hati hati Menggunakan Antibiotik! Bisa Jadi Boomerang Penyebab Kematian dan Silent Pandemic

Keluarga besar RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri memberikan penghormatan terakhir kepada perawat yang meninggal gegara COVID-19. Foto : istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM
Hati hati menggunakan antibiotik. Pasalnya bisa jadi boomerang penyebab kematian dan silent pandemic.

Melansir kemkes.go.id, Kamis (25/8/2022),
Wakil Menteri Kesehatan atau Wamenkes Dante Saksono Harbuwono mengatakan resistensi antibiotik akibat mikroba atau antimicrobial resistance (AMR) disebut sebagai silent pandemic. Pasalnya angka kematian akibat AMR cukup tinggi.

”1,2 juta kematian itu terjadi karena antibiotik yang tidak mempan lagi terhadap infeksi tertentu,” ujar Wamenkes Dante Saksono Harbuwono.

Baca Juga :  Duarrr!Kebakaran di Sukoroyom Wetan Pucanganom Giritontro Bikin 1 Rumah Hangus

Resistensi antibiotik akibat mikroba terjadi karena protokol pengobatan yang sembarangan. Akibatnya infeksi pada pasien bertambah parah dan ini yang menyebabkan angka kematian tinggi.

Indonesia menginisiasi pembahasan aturan penggunaan antibiotik dalam side event AMR karena Indonesia salah satu negara tropis yang angka infeksinya tinggi. Pembahasan ini diperlukan untuk mengatur penggunaan antibiotik yang lebih rasional, sehingga kematian akibat kesalahan penggunaan antibiotik menjadi berkurang.

Baca Juga :  Kain Penyelamat Jiwa dan Telunjuk Sakti Jadi Andalan Raih IGA 2022

Selain itu, resistensi antibiotik akibat mikroba bisa berasal dari hewan dan tumbuhan. Wamenkes menyoroti pendekatan one health dalam merespons masalah tersebut.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com