JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Dinilai Tidak Profesional, Ini Peran AKBP Pujiyarto dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

AKBP Pujiyarto. Foto/Istimewa JSnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus pembunuhan Brigadir J yang diotaki Irjen Ferdy Sambo terus memakan korban dari internal kepolisian.

Hari ini, Jumat (9/9/2022) korbannya adalah Ajun Komisaris Besar atau AKBP Pujiyarto.

Mantan Kepala Sub Direktorat Remaja Anak dan Wanita, Polda Metro Jaya itu juga dijatuhi sanksi etik karena ikut terseret drama pelecehan seksual yang diskenario Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo.

AKBP Puji dinyatakan bersalah dalam sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP), Jumat (9/9/2022). Pujiyarto dinilai tidak profesional dalam menangani kasus laporan dugaan pelecehan Putri Candrawathi yang kemudian terbukti bohong belaka.

Puji juga dinilai turut mendesak LPSK agar memberikan perlindungan kepada Putri seusai melapor menjadi korban pelecehan seksual.

Baca Juga :  3 Bulan Ditunggu, Ferdy Sambo Baru Mau Minta Maaf ke Bapak dan Ibu Josua. Begini Kalimatnya!!

Sidang KKEP pun memutuskan sanksi permintaan maaf dan penempatan khusus.
Hasil sidang KKEP yang dirilis Polri Jumat (9/9/2022) memutuskan AKBP Pujiyarto bersalah karena tidak profesional dalam menindaklanjuti laporan polisi soal kasus Brigadir J.

Atas pelanggaran itu ia dijatuhi hukuman harus menyampaikan permintaan maaf dan penempatan khusus.

“Dengan sanksi etika yang pertama adalah perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela. Kemudian kedua kewajiban pelanggar untuk meminta maaf secara lisan di hadapan sidang KKEP dan atau secara tertulis kepada Pimpinan Polri dan pihak yang dirugikan,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo di Gedung TNCC Mabes Polri dikutip Tempo.co, Jumat (9/9/2022).

Baca Juga :  Hasil Identifikasi DVI Polri, Jumlah Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan 125 Orang

Dedi menjelaskan mantan Kepala Sub Direktorat Remaja Anak dan Wanita Polda Metro Jaya itu juga dijatuhi sanksi administrasi berupa penempatan khusus atau Patsus selama 28 hari.

Pujiyarto disanksi penempatan khusus mulai 12 Agustus hingga 9 September 2022.

Penempatan dilakukan di ruang Patsus Divisi Propam Polri dan telah dijalani oleh pelanggar.

“Artinya Pujiyarto sudah bisa bebas mulai hari ini,” paparnya.

Dedi mengatakan atas putusan itu, Pujiyarto menerima dan tidak mengajukan banding.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com