JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Fenomena Padi Ngebrok, PLt Kadistan Sragen: Kejadian Heboh yang Nggak Heboh

Petugas Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Solo saat melakukan pengecekan kondisi PH tanah di areal padi ngebrok di Desa Bedoro, Sambungmacan, Sragen yang ternyata jauh di bawah ambang batas yakni hanya 4,5 padahal ambang batas normalnya 6,4. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pelaksana tugas (PLt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto angkat bicara terkait laporan adanya kasus padi ngebrok atau kerdil.

Menurutnya, hasil pengecekan di lapangan, fenomena Padi kerdil itu hanya kasuistis tapi dilebih-lebihkan dalam pemberitaan.

Ia menyebut dari pantauan petugas dan tim ke sejumlah areal, fakta riil tanaman padi yang ngebrok hanya satu petak milik salah satu petani dan bukan merata di satu wilayah.

Baca Juga :  Ini Daftar 28 Kelompok Tani Sragen Penerima Bantuan Alsintan Traktor. Ingat 4 Kewajiban, Nekat Dijual Bisa Jadi Temuan!

“Makanya saya bilang kasus padi ngebrok itu sebenarnya kasuistis. Tapi dibesa-besarkan. Itu kejadian heboh yang riil sebenarnya nggak heboh,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (23/8/2022).

Tatag yang juga Sekda Sragen menyampaikan kasus padi ngebrok itu hanya ditemukan spot-spot saja, bukan merata di seluruh areal.

Baca Juga :  Hasil Seleksi Sekda Sragen, Ini 3 Kandidat yang Terpilih Masuk Tiga Besar. Tinggal Bersaing Rebut Hati Bupati..

Kemudian dari hamparan luas di salah satu desa atau areal, kasus itu juga hanya terjadi pada satu atau dua orang lahan saja.

Sehingga ia membantah tegas ketika kasus ngebrok itu seolah-olah digambarkan merata di semua wilayah dan seluruh areal di Kabupaten Sragen.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com