JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus Padi Ngebrok atau Kerdil, Ini 3 Faktor Pemicunya dan Solusinya!

Tim LPHP Solo dan Distan Sragen saat melakukan pengecekan tanah di salah satu areal sawah di Bedoro Sambungmacan. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen membongkar penyebab kasus padi ngebrok alias kerdil yang berakibat menurunkan produktivitas.

Kasus padi ngebrok atau gagal tumbuh maksimal itu sebenarnya dipicu oleh pola pertanian yang mengesampingkan batas kewajaran.

Hal itu disampaikan Plt Kadistan Ketapang Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto menyampaikan pihaknya bersama tim Lembaga Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Solo dan laboratorium Palur sudah melakukan pengecekan beberapa titik areal yang ditemukan kasus padi ngebrok.

Baca Juga :  Dibongkar, Ternyata Ini Penyebab Pertalite Lebih Boros dan Pertamax Lebih Irit. Simak Penjelasan Lengkap Pakar!

Di antaranya di Desa Bedoro Sambungmacan, di Gringging dan Tunggul Gondang. Hasilnya, kasus itu terjadi hanya spot-spot kecil saja dan tidak merata di wilayah tersebut.

“Jadi misalnya satu hamparan, hanya ada satu petak yang kena ngebrok. Yang lainnya juga normal dan bagus-bagus,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (23/9/2022).

Tatag Prabawanto. Foto/Wardoyo

Tatag yang juga Sekda Sragen menjelaskan dari hasil pengecekan dan pemeriksaan di lab, disimpulkan bahwa kasus ngebrok itu dipicu oleh 3 faktor.

Baca Juga :  Kabar Gembira, 627 Tukang Ojek di Sragen Bakal Dapat Bantuan Subsidi. Cair Mulai Bulan Depan!

Yang pertama, pemicunya adalah temuan kondisi PH (keasaman tanah) di areal ngebrok jauh di bawah ambang batas normal.

“Hasil uji lab, tanah yang padinya ngebrok itu PH-nya sangat rendah hanya 4,5 sama 4,6. Seperti di wilayah Tunggul, PH tanah di sawah yang ngebrok ternyata hanya 4,6. Padahal standar minimal untuk tanaman padi PH tanah minimal 6 dan 6,2 sampai 6,4,” urainya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com