JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Kekurangan Guru Masih Menghantui Sekolah di Boyolali

Lasno, Kanid SMP Disdikbud Boyolali / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski pemerintah baru saja melakukan rekrutmen ASN, namun Boyolali masih tetap kekurangan guru. Bahkan, kekurangan guru dirasakan hampir semua sekolah.

Kabid SMP Disdikbud Boyolali, Lasno mengakui banyaknya sekolah yang kekurangan guru. Kondisi ini terjadi lantaran jumlah guru yang pensiun dengan pengangkatan guru baru tidak seimbang, baik penambahan dari P3K maupun PNS.

Baca Juga :  Asyik, Pemerintah Gelontorkan Dana Rp 21 Miliar untuk Rehab 28 SMP di Boyolali

Belum lagi perhitungan kebutuhan guru berdasarkan tahun sebelumnya. Sedangkan angka pensiun guru terjadi setiap bulan. Beruntung sekolah masih terbantu dengan adanya guru tidak tetap (GTT).

Dimana pengangkatan GTT dilakukan pihak sekolah melalui SK Komite Sekolah setempat. Sedangkan penggajiannya diserahkan oleh sekolah melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS). Namun, per Desember 2021 sudah ditetapkan bahwa pengangkatan GTT distop.

Baca Juga :  Enam Benda Cagar Budaya Lepas Dipindahkan ke Museum R Hamong Wardoyo Boyolali, Ini Alasannya

“Jumlahnya saya tidak tahu persis, tetapi hampir disemua sekolah ada GTT,” katanya, Selasa (20/9).

Jabatan guru tersebut, statusnya bukan PNS, bukan P3K juga bukan kelompok K2. “Tetapi keberadaannya sangat dibutuhkan di sekolah tersebut. Karena ada guru yang pensiun, mutasi, sakit dan lainnya. Mau gak mau sekolah menambah GTT.”

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com