Beranda Umum Nasional Lengser dari Jabatan Ketum PPP, Suharso Monoarfa Bakal Ditawari Jabatan Ketua Majelis...

Lengser dari Jabatan Ketum PPP, Suharso Monoarfa Bakal Ditawari Jabatan Ketua Majelis Pertimbangan Partai

Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono memberikan keterangan pers kepada wartawan didampingi Ketua DPW DKI Jakarta Guruh Tirta Lunggana di Hotel Grand Paragon, Jakarta Barat, Minggu (25/9/2022) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jabatan Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang kosong sejak ditingalkan oleh Muhammad Mardiono, masih kosong.

Muhammad Mardiono sendiri, yang sekarang menjadi Plt Ketua Umum punya gagasan untuk menawarkan posisi yang ditinggalkannya tersebut kepada Suharso Monoarfa, mantan Ketua Umum PPP.

Seperti diketahui, jabatan tersebut diisi oleh Muhammad Mardiono sebelum ia didapuk menjadi Plt Ketua Umum PPP.

Mardiono menggantikan Suharso Monoarfa yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum. Keputusan itu  diambil dalam forum Musawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP yang digelar pada 5 September 2022 lalu.

Mardiono menjelaskan, partainya masih akan merapatkan ihwal sosok yang bakal menggantikannya sebagai Ketua Majelis Pertimbangan partai.

“Posisi Ketua Majelis Pertimbangan belum ada, nanti saya mau rapatkan dulu,” kata Mardiono saat dihubungi, Senin (26/9/2022).

Mardiono berharap Suharso berkenan untuk mengisi posisi tersebut. Nantinya, ia akan mengagendakan rapat khusus untuk membahas hal ini. Ia juga akan bertemu secara langsung dengan Suharso jika berkenan menjadi Ketua Majelis Pertimbangan.

“Saya berharap sih Pak Harso yang kemudian mengisi. Nanti akan saya agendakan melalui rapat, jika beliau berkenan, nanti pada saatnya ketemu fisik langsung,” ujarnya.

Baca Juga :  Satgas Rehabilitasi Sumatera Usulkan BLT untuk  Jaga Daya Beli Korban Bencana

 

Bicara dari Hati ke Hati

Pertemuan terakhir dengan Suharso disebut Mardiono pada Senin, 12 September 2022. Dia mengatakan persamuhan tersebut murni membahas internal PPP. Adapun komunikasi melalui gawai, kata dia, masih berjalan hingga saat ini.

“Tidak ada bahasan selain PPP. Kalau komunikasi langsung fisik ya terakhir itu setelah Mukernas. Kalau komunikasi di udara ya biasa,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai PPP, Arwani Thomafi, mengatakan Mardiono bertemu Suharso pada Senin (12/9/2022) malam. Dia menyebut pertemuan keduanya berlangsung gayeng dan penuh keakraban.

Menurut Arwani, Mardiono dan Suharso membahas ihwal masa depan PPP, khususnya dalam menghadapi Pemilu 2024. Suharso, kata dia, juga berpesan kepada Mardiono agar terus memperjuangkan PPP agar lolos ke Senayan.

“Alhamdulillah, semalam Bang Harso dan Mas Mardiono bertemu secara fisik, bicara dari hati ke hati, penuh keakraban dan banyak hal strategis yang dibicarakan, khususnya mengenai kesiapan  PPP menghadapi Pemilu 2024,” kata Arwani dalam keterangannya, Selasa (13/9/2022).

Baca Juga :  Di Balik Kunjungannya ke Solo, Eggi Sudjana Disebut Tempuh Jalur Restoratif Justice

Dia menegaskan Suharso meyakini jika kepemimpinan Mardiono mampu membawa PPP ke arah yang lebih baik. Suharso turut mengamini jika di bawah komando Mardiono, PPP bakal siap menghadapi Pemilu 2024.

“Bang Harso yakin bahwa Mas Mardiono bisa membawa PPP lebih baik lagi,” ujarnya.

www.tempo.co

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.