JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Relokasi Nglangon Digoyang Penolakan, Begini Tanggapan Pemkab Sragen!

Tatag Prabawanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Sragen menegaskan tetap pada sikap awal menyikapi penolakan relokasi dan tuntutan puluhan pemilik kios renteng di Nglangon.

Yakni Pemkab akan merelokasi mereka karena kepemilikan kios disebut hanya hak sewa dan tidak ada jual beli.

Hal itu disampaikan Sekda Sragen, Tatag Prabawanto menanggapi audiensi para pemilik kios renteng Nglangon di DPRD Sragen, Senin (3/10/2022).

Ia mengatakan sejak awal, Pemkab menilai tanah yang mereka tempati adalah tanah pemerintah. Relokasi akan tetap dilaksanakan karena lahan yang mereka tempati akan dijadikan ruang terbuka hijau.

Baca Juga :  Pemutihan Pajak Dongkrak Pendapatan Hingga 30 %. Denda Dibebaskan Rp 2,09 M, Pemasukan Rp 11,9 M

Mereka nantinya akan direlokasi ke pasar baru tanpa dipungut biaya. Ihwal sejarah para pemilik kios bahwa lahan mereka dulunya dibeli ke pihak desa, Sekda meyakini tidak ada jual beli namun hanya sewa.

“Saya nggak mau mengungkit peristiwa yang kemarin-kemarin. Karena dari administrasi desa yang sebenarnya bahwa itu sewa, tidak jual beli. Ada di tempat Pak Dibyo (lurah) tahun 1986. Sewa mereka bayar tiap bulan Rp 1.500 pada saat itu. Tapi ketika ini sudah menjadi kelurahan otomatis harus mengikuti aturan yang berlaku dalam tata kelola pemerintahan,” paparnya kepada wartawan.

Baca Juga :  Tahun 2023, Puluhan Ruas Jalan di Sragen Bakal Dibangun. Total Rp 294 Miliar, Simak Ini Bocoran Ruas yang Akan Dibangun

Tatag menyampaikan perubahan dari desa menjadi kelurahan itu terjadi pada tahun 1994 diperkuat SK Gubernur Mardiyanto.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com