JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terekam CCTV, Aksi Komplotan Tega Peras Petani Tua di SPBU Tunjungan Sragen. Beli Pertalite untuk Bertani Digorok Rp 450.000

Tangkapan layar rekaman CCTV menunjukkan komplotan oknum memeras seorang petani tua yang membeli Pertalite digorok Rp 450.000 di SPBU Tunjungan Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi sekelompok oknum tak dikenal tega memeras seorang petani tua terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tunjungan, Sragen, Sabtu (1/10/2022) dinihari.

Korbannya adalah seorang petani, Suparno (58) warga Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Sragen.

Saat sedang membeli pertalite menggunakan jeriken, korban didatangi tiga orang tak dikenal yang kemudian langsung meminta uang.

Mengaku sebagai wartawan, pelaku sempat menakut-nakuti dan mengancam akan melaporkan korban ke polisi karena membeli pertalite pakai jeriken.

Baca Juga :  Lokasi Penemuan Mayat di Saluran Air Sidomulyo Diserbu Warga. Korban Diketahui Bernama Tumini

Padahal, saat itu korban sudah membawa surat rekomendasi pembelian BBM pakai jeriken.

Ditemui di lokasi kejadian, korban yang seorang petani lugu ini menceritakan peristiwa itu berawal saat dirinya datang ke SPBU Tunjungan untuk membeli pertalite.

Sekitar pukul 02.30 WIB dinihari, ia datang mengendarai mobil Colt-T sendirian.

Setelah tangki mobil terisi, korban juga membeli pertalite menggunakan jeriken untuk keperluan bertani.

Agar bisa membeli BBM bersubsidi menggunakan jeriken, korban membawa surat rekomendasi dari pemerintah desa dan kecamatan. Ia membeli 10 liter pertalite menggunakan jeriken.

Baca Juga :  Perhatian, Ini Daftar 3 Penyakit Paling Mematikan di Sragen. Simak Pemicu dan Pencegahannya!

“Waktu saya mengisi, tiba-tiba satu pria berkaus hitam datang. Kemudian tak lama, dua pria lain ikut datang. Mereka menuduh saya akan menimbun BBM dan akan dilaporkan ke polisi,” paparnya kepada wartawan, Sabtu (1/10/2022).

Karmo, petani tua korban aksi pemerasan saat menunjukkan barcode bahwa sudah terdaftar di aplikasi MyPertamina. Foto/Wardoyo

Takut dengan ancaman itu, korban kemudian mengiba untuk tidak dilaporkan. Tapi pemeras yang juga mengaku wartawan malah terus mengambil gambar korban sambil mengancam untuk bukti laporan ke polisi.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com