JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

APBD 2023 Sragen Digedok, Belanja Dipatok Rp 2,5 Triliun, Kekurangan Anggaran Rp 350 Miliar

Penetapan APBD Kabupaten Sragen 2023 dalam paripurna di DPRD, Jumat (25/11/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sragen tahun 2023 resmi digedok, Jumat (25/11/2022).

APBD tahun depan digedok dengan posisi pendapatan Rp 2,2 triliun dan belanja daerah Rp 2,5 triliun. Sehingga neraca APBD tahun depan digedok dalam kondisi defisit Rp 350 miliar.

Penetapan APBD 2023 dilakukan melalui sidang paripurna di DPRD Sragen dengan dipimpin Ketua DPRD Suparno. Sidang juga dihadiri Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Wabup dan anggota DPRD setempat.

Bupati mengatakan APBD 2023 ditetapkan dengan di dalamnya ada dana pinjaman. Prioritas di tahun depan masih di pembangunan infrastruktur seperti kantor dan pembangunan sarana jalan.

Baca Juga :  Diguyur Hujan Selama 5 Jam Jalur Tanon Mondokan Sragen Banjir Parah

“Karena di 2019, 2020, dan 2021 kan infrastruktur sangat minim dananya akibat pandemi. Untuk ini kita mulai lagi kejar jalan- jalan bisa kita perbaiki. Untuk 2023 kita masih fokus ke main road dulu dan beberapa jembatan yang berat. Seperti melanjutkan Gilirejo Lama ke Gilirejo Baru harapannya 2026 selesai,” paparnya.

Ketua DPRD Suparno mengatakan APBD 2023 sudah disepakati bersama legislatif dan eksekutif.

Selanjutnya, draft Raperda APBD 2023 akan diajukan ke Gubernur untuk dievaluasi sebelum kemudian disahkan.

Baca Juga :  Buntut Hoaks Pembacokan, 2 Ketua Cabang PSHT Kompak Lontarkan Ini!

Ia menyebut APBD 2023 ditetapkan dengan anggaran belanja Rp 2,5 triliun. Kemudian pendapatan Rp 2,2 triliun.

Defisit Rp 350 miliar dan saya optimis Silpa kan ada,” katanya.

Ia menyebut untuk proyeksi anggaran di 2023 hampir merata di sektor dasar dan wajib. Porsi untuk infrastruktur memang agak besar karena menyangkut kepentingan mayoritas masyarakat.

Untuk target pendapatan asli daerah (PAD) tahun depan Rp 380 miliar atau naik dari Rp 360 miliar tahun ini. Mayoritas kenaikan diharapkan datang dari sektor retribusi maupun pajak. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com