JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tinggal 3 Hari, Nasib Mega Proyek Pasar Nglangon Rp 37 M di Ujung Tanduk. Dinas Sudah Pesimis

Sejumlah pekerja tengah mengerjakan pekerjaan cor tiang di lokasi proyek Pasar Terpadu di Nglangon. Banyak pihak menyangsikan proyek bakal selesai di sisa waktu adendum yang tinggal 3 hari lagi. Foto/Wardoyo
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Nasib Mega proyek pembangunan pasar terpadu di Nglangon, Karang Tengah, Sragen makin mengkhawatirkan.

Lambannya pengerjaan membuat proyek itu diyakini tak bakal rampung sampai batas akhir perpanjangan yang tinggal 3 hari lagi.

Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) bahkan pesimistis melihat progres terakhir dengan tenggat waktu 3 hari ke depan.

Seperti diketahui, proyek dengan anggaran Rp 37 miliar lebih itu sesuai kontrak, harusnya selesai per 21 November 2022.

Namun karena tidak bisa selesai, rekanan mengajukan tambahan waktu perpanjangan atau adendum pengerjaan selama 25 hari.

Sehingga batas akhir perpanjangan akan jatuh pada 16 Desember lusa. Kepala Diskumindag Sragen, Cosmas Edwi Yunanto menyampaikan batas akhir perpanjangan tinggal 3 hari lagi.

Melihat progres pekerjaan, pihaknya menyangsikan proyek bisa selesai dalam waktu hanya tinggal tiga hari.

“Batas perpanjangan tinggal 3 hari lagi. Ini masih dihitung berapa capaiannya. Tapi kalau melihat kondisi di lapangan, kelihatannya memang agak berat (bisa selesai),” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (14/12/2022).

Meski demikian, Cosmas tetap berharap pihak rekanan bisa komitmen menyelesaikan pekerjaan meski terkesan agak sulit di sisa 3 hari.

Menurutnya, rekanan masih mencoba berupaya memaksimalkan pengerjaan di sisa 3 hari sebelum batas akhir adendum.

Baca Juga :  Diakhir Masa Jabatan Bupati Yuni Beri Hadiah Warga Sragen Dengan Kantor Pemda Terpadu Lokasi Lebih Nyaman dan Strategis Pelayanan Pada Masyarakat Lebih Mudah

Rekanan masih berupaya. Makanya dilihat nanti bagaimana,” jelasnya.

Sejumlah pekerja tengah mengerjakan pengurukan bagian halaman di lokasi proyek Pasar Terpadu di Nglangon. Banyak pihak menyangsikan proyek bakal selesai di sisa waktu adendum yang tinggal 3 hari lagi. Foto/Wardoyo

Pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM di lokasi proyek Rabu (14/12/2022), kondisi capaian proyek terlihat sulit untuk mengejar selesai di 3 hari ke depan.

Pasalnya di hampir semua sektor, belum semuanya terselesaikan. Beberapa titik yang masih lambat adalah bagian depan, paving antar gang, gapura depan, paving kios, bahkan ada bangunan yang malah baru dimulai pengecoran tiangnya.

Rekanan Sempat Optimis

Sebelumnya, perwakilan PT Darlin Audia selalu rekanan pelaksana proyek, Irwin Pramudiarto mengungkapkan pengerjaan proyek memang gagal selesai sesuai kontrak yang sudah berakhir 21 November lalu.

Saat ini proyek dengan anggaran hampir Rp 37 miliar itu dalam masa perpanjangan selama 25 hari terhitung sejak 22 November sampai 16 Desember mendatang.

“Seusai rapat terakhir dengan Pak Sekda dan dinas terkait serta tim teknis, ada beberapa rekomendasi yang harus kami laksanakan untuk mempercepat pengerjaan,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (1/12/2022) lalu.

Salah satu opsi untuk mengejar pengerjaan adalah dengan menambah tenaga kerja.

Langkah itu sudah dilakukan dengan menambah jumlah pekerja dari 320 orang sebelum rapat, menjadi 370 orang saat ini.

Ratusan pekerja itu dikerahkan untuk menangani pekerjaan elektrikal, plumbing, hingga pavingisasi.

Baca Juga :  LDII Sragen Bersama Basnaz Menggelar Khitan Masal di Momen Libur Panjang Sekolah 2024
Sejumlah pekerja tengah mengerjakan pemasangan pembatas los di proyek Pasar Terpadu di Nglangon. Banyak pihak menyangsikan proyek bakal selesai di sisa waktu adendum yang tinggal 3 hari lagi. Foto/Wardoyo

Penambahan pekerja akan dievaluasi setiap hari sembari melihat progres capaian dan pos mana yang membutuhkan tambahan.

“Jam kerja juga sudah kita tambah. Jadi hampir 70 persen pekerja kita kerahkan untuk lembur. Ketika cuaca memungkinkan dan pekerjaan yang bisa ditangani lembur, ya kita kerjakan di lembur,” urainya.

Lebih lanjut, Irwin mengakui proyek gagal selesai sesuai kontrak karena ada keterlambatan. Keterlambatan itu terjadi karena kondisi lahan awal yang ternyata belum cukup siap dan harus melalui pemadatan hampir 2 bulan.

Soal ketersediaan material, ia menyebut tidak ada masalah. Ketersediaan paving dan keramik, dipastikan siap sesuai kebutuhan.

Karenanya, dengan tambahan pekerja dan jam di lembur, pihaknya masih optimis proyek bisa selesai sampai batas akhir perpanjangan tanggal 16 Desember.

“Progres pencapaian saat ini di angka 83 persen. Ini sebenarnya tinggal pekerjaan finishing, mudah-mudahan bisa selesai 16 Desember. Itu sudah kewajiban kami,” tandasnya.

Terpisah, Sekda Sragen, Hargiyanto menyampaikan dari hasil rapat terakhir, pihak rekanan sudah diminta mengebut pengerjaan dengan menambah pekerja.

Pemkab tetap berharap proyek pasar terpadu sebagai pengganti pasar Joko Tingkir dan Nglangon itu bisa selesai sampai batas akhir adendum. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com