JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Usai 3 Kiosnya Disegel, Pengusaha Batik Agus Baru Datang Mohon- Mohon ke Dinas. Ini yang Disampaikan

Kabid Sarpras dan Perdagangan Diskumindag Sragen, Handoko. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Usai jadi sorotan setelah 7 tahun nunggak retribusi, pengusaha penghuni tiga kios megah di Pasar Pungkruk, Sidoharjo, Sragen yang disegel paksa oleh petugas Diskumindag, akhirnya baru muncul dan datang menemui petugas dinas.

Pengusaha batik bernama Agus itu dikabarkan datang sesaat usai kiosnya disegel paksa oleh tim Diskumindag, dua hari lalu.

Di hadapan petugas Diskumindag Sragen, Agus datang untuk menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan siap membayar tunggakan retribusi.

Namun keinginan itu tak serta merta diiyakan oleh petugas. Hal itu dikarenakan pelanggaran yang dilakukan tidak hanya soal tunggakan retribusi, namun juga pelanggaran merubah bangunan.

Baca Juga :  Punya 50.000 Warga, PSHT Sragen Tegaskan Tak Berafiliasi Politik Tapi Siap Sukseskan Pemilu 2024

“Yang bersangkutan (penghuni kios), kemarin sudah kooperatif mau datang ke dinas. Bilangnya minta maaf dan niatnya mau bayar tunggakan retribusi. Dia bilang kalau dianggap salah, silakan gerbangnya dilepas tidak apa-apa, begitu,” papar Kabid Sarpras dan Perdagangan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Sragen, Handoko kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (5/12/2022).

Handoko menyampaikan pihaknya tak serta merta langsung menanggapi lantaran persoalan tak hanya sebatas tunggakan retribusi.

Ada beberapa hal krusial yang menyangkut kios tersebut. Yakni sudah melanggar aturan karena kios dirombak dari kondisi awal menjadi bangunan dua lantai.

Baca Juga :  Viral di Medsos Ada UFO di Atas Merapi, Apakah Benar UFO?

Selain itu, kios juga sudah ditutup pintu gerbang teralis keliling sehingga seolah-olah menyerupai aset pribadi.

Padahal mengacu Perda, pedagang hanya memiliki hak pakai dan tidak boleh merubah, menambah ukuran atau bentuk bangunan.

Mengingat pelanggarannya berlapis, tim akan menunggu keputusan pimpinan dalam hal ini kepala dinas terlebih dahulu.

Terlebih, upaya pendekatan persuasif melalui pemberitahuan, panggilan hingga 3 kali surat peringatan yang dilayangkan sebelumnya, sama sekali tak pernah digubris.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com