JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Punya 50.000 Warga, PSHT Sragen Tegaskan Tak Berafiliasi Politik Tapi Siap Sukseskan Pemilu 2024

Ribuan warga PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun saat mengikuti prosesi sakral kirab tanah dan air dari 4 cabang yang akan dibawa ke Madiun untuk puncak peringatan satu abad PSHT di halaman Gedung Kartini dan DPRD Sragen, Senin (25/7/2022). Foto/Wardoyo
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menjelang tahun politik, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun menegaskan tidak berafiliasi politik di 2024.

Sebaliknya, PSHT menegaskan siap ambil bagian untuk ikut menyukseskan Pemilu 2024 mendatang.

Warga PSHT siap senantiasa berkomitmen menjaga kondusivitas wilayah dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan persatuan serta menghindari permusuhan.

Ketua Perwakilan Pusat (Perwapus) Jawa Tengah dan DIY PSHT Pusat Madiun, Sapto Yohanis (tengah) didampingi pengurus Cabang PSHT Sragen Pusat Madiun usai melantik 20 ketua ranting di Sragen. Foto/Wardoyo

Hal itu ditegaskan Ketua Perwakilan Pusat (Perwapus) Jawa Tengah dan DIY PSHT Pusat Madiun, AKBP (P) Sapto Yohanis saat pelantikan Ketua dan Pengurus Ranting PSHT se-Sragen masa bakti 2023-2026 di Gedung Kartini Sragen, Minggu (22/01/2023).

“Meski PSHT tidak berafiliasi ke parpol manapun, tapi warga dibebaskan untuk memilih parpol apapun. Kami siap ikut menjaga kondusivitas demi suksesnya Pemilu 2024,” paparnya.

Menurut Sapto, kebebasan warga PSHT memilih parpol merupakan bentuk penghargaan hak demokrasi. Pengurus tidak akan membawa gerbong PSHT untuk mendukung salah satu parpol dan memilih netral.

Baca Juga :  354 Taruna SMK Negeri I Plupuh Resmi Dilantik Wakil Bupati, Pamerkan Karya Kreatif dan Bela Diri

“Makanya kami titip segenap pengurus ranting yang baru saja dilantik untuk ikut menjaga kondusivitas wilayah masing-masing. Sebagai ujung tombak, pengurus ranting harus menjaga agar tidak terjadi gesekan atau perkelahian antar warga atau dengan perguruan silat lain,” jelasnya.

Atraksi silat memeriahkan pelantikan ketua ranting PSHT Sragen Cabang Madiun. Foto/Wardoyo

Sapto meminta seluruh warga untuk bisa menahan diri dan tidak buru-buru share sebuah kejadian yang justru bisa menimbulkan provokasi.

“Jangan buru-buru share, dicek dulu kebenarannya. Apapun kejadian yang tidak bisa diselesaikan di tingkat internal, harus diserahkan aparat penegak hukum untuk penyelesaian, jangan main hakim sendiri. Jaga jari kalian dari upaya provokasi lewat HP, apalagi Sragen jumlah warga PSHT sangat besar,” tandasnya.

Baca Juga :  Gerindra dan Demokrat Jalin Koalisi di Pilkada Sragen 2024, PDIP ?

Sementara Ketua Dewan Pertimbangan PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun, Edi Indriyanto menambahkan, setiap warga PSHT harus menjalankan atau memiliki jiwa 5 M. Yakni momong (melayani), momot (serap aspirasi), momor (tepat ambil keputusan), mituhu (manut aturan), serta mitayani (bermanfaat).

“Bentuk pengabdian sebagai pengurus harus pegang 5 M sebagai acuan. Sehingga bisa menjalankan tugas dengan baik dan tetap menjaga kondusivitas wilayah masing-masing ujarnya.

Edi Indriyanto. Foto/Wardoyo

Edi menyatakan, saat ini jumlah PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun terdata sebanyak 50 ribu lebih.

Jumlah warga sebanyak itu merupakan kekuatan untuk ikut menyukseskan Pemilu 2024 mendatang dengan cara penekanan ke warga untuk menjaga kebersamaan, saling gotong royong dan guyub rukun.

Tidak hanya dengan sesama warga PSHT, tapi dengan perguruan silat yang lain juga. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com