BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) mendapat perhatian khusus jajaran terkait di Boyolali. Pemkab Boyolali pun mencanangkan gerakan merawat bayi dan ibu (Merbabu) guna menekan AKI dan AKB.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Puji Astuti, angka ibu bersalin memang cukup tinggi. Pada 2022 angka ibu bersalin mencapai 12.956 orang. Lalu pada awal 2023 sampai Mei sudah ada 4.392 ibu bersalin.
Namun, selama kurun Januari-April, tercatat ada 37 kasus kematian bayi dan empat kematian ibu. Penyebab kematian ibu tertinggi dikarenakan pre-eklamsi, perdarahan, penyakit jantung, emboli, dan lainnya.
“Sedangkan kematian bayi disebabkan karena berat badan lahir rendah (BBLR) asfiksia, pneumonia, dan lainnya. Sebenarnya, Boyolali sudah tidak masuk 10 AKI se-Provinsi Jateng. Kita berhasil menekan dan turun ke posisi 19,” katanya, Jumat (2/6/2023).
Dijelaskan, AKI dan AKB sempat naik pada 2021 silam. Yakni saat pandemi Covid-19. Pada 2020 ada 15 kasus AKI dan 109 AKB. Lalu naik pada 2021 dengan 41 kasus AKI dan 102 AKB. Kemudian, 2022 berhasil ditekan dengan 20 kasus AKI dan 102 AKB.
“Kematian ibu terjadi paling banyak pada saat masa nifas,” katanya.
Ditambahkan, pihaknya telah mengupayakan berbagai program untuk menekan AKI dan AKB. Mulai dari peningkatan akses pelayanan kesehatan ibu dan anak. Juga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat dengan pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Boyolali, Insan Adi Asmono menambahkan, pemkab membuat program gerakan merbabu. Program kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak (Kbbla) tersebut telah di terapkan di dua desa dan berhasil.
“Kondisi saat ini, AKI dan AKB di Boyolali masih tinggi dan belum optimalnya pemberdayaan masyarakat pada ibu secara komprehensif. Maka lewat program Merbabu ini, maka peran serta masyarakat dalam perawatan kehamilan hingga masa nifas terus ditingkatkan,” katanya. Waskita
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















