JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Keren, Donor Darah Sebanyak 145 Kali Dilakukan Heny Suhartono Hambiyoko Asal Wonogiri

Darah
Dokter Hambiyoko menunjukkan cincin kenang kenangan donor darah ke 100. Foto : istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM
Ada hal menarik pada puncak peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2023 di kantor PMI Wonogiri, Kamis (15/6/2023). Terungkap adanya pendonor paling aktif di Wonogiri.

Tercatat sang pendonor sudah menyumbangkan sebanyak 145 kali.

Ternyata mendonor darah menjadi kegiatan yang disukai oleh Heny Suhartono Hambiyoko (59). Dokter Hambiyoko adalah seorang dokter yang saat ini menjabat sebagai Kepala Puskesmas Jatisrono 1.

Pada peringatan Hari Donor Darah Sedunia di Markas PMI Wonogiri, Kamis (15/6/2023) dia mengaku sudah mendonor darah ratusan kali. Mendonor darah sudah Hambiyoko lakukan sejak masih remaja.

“In syaa Allah saya sudah 145 kali, sejak usia masih kelas 2 SMA. Saat itu usia masih 17 tahun, sekitar tahun 1982,” jelas Hambiyoko.

Hambiyoko mengaku pertama kali mendonor saat masih di Ngawi, sebab dia adalah warga asli Ngawi. Kala itu, Hambiyoko rutin mendonorkan darahnya setiap tiga bulan sekali.

Setelah melanjutkan kuliah di Semarang, dia masih mendonorkan darahnya di Ngawi hingga akhirnya mendonorkan darah di Semarang. Di Semarang, dia hampir 50 kali mendonor.

Selanjutnya, dia ditugaskan di Wonogiri pada tahun 1995, setelah pindah ke Wonogiri dia tetap rutin mendonorkan darahnya di PMI Wonogiri hingga sekarang.

“Saat ditugaskan di Wonogiri alhamdulillah rutin donor darah di PMI sampai sekarang,” beber Hambiyoko.

Baca Juga :  Emang Boleh Segemoy ini, 10 Ribu ASN Wonogiri Tumplek Blek di Waduk Gajah Mungkur Ikuti Hattrick Peringatan

Meskipun begitu, Hambiyoko mengaku sempat berhenti donor darah kurang lebih selama dua tahun. Bukan tanpa alasan, saat itu dia ada penyakit yang harus diobati sehingga tidak bisa melakukan donor darah.

Namun setelah kondisinya membaik, Hambiyoko kembali rutin melakukan kebiasaannya, donor darah. Hingga saat ini terbukti dia sudah mendonorkan darahnya sebanyak 145 kali.

“Kalau boleh disebut, saya ini bukan penggerak donor darah, saya provokator donor darah. Karena saya paling suka apabila teman-teman mengikuti saya (rutin donor darah),” sebut Hambiyoko.

Pada donor darahnya yang ke-100 di tahun 2012 lalu, Hambiyoko mendapat piagam penghargaan dan kenang-kenangan dari Presiden.

“Kenang-kenangannya cincin, masih utuh karena tidak saya pakai,” ujar Hambiyoko.

Dia mengaku tidak ada efek samping yang dirasakan selama aktif mendonorkan darahnya. Malah menurut dia, efek untuk kesehatan bagus.

“Memang saya sejak kecil menginginkan seperti itu, saya itu tidak punya apa-apa, saya punya hanya darah. Jadi kalau saya punya keinginan untuk mendonor in syaa Allah yang saya berikan bisa membantu saya nanti,” ujar Hambiyoko.

Selain itu, darah tidak bisa dibeli dan tidak bisa diproduksi. Sehingga Hambiyoko sangat tergerak untuk bisa rutin mendonorkan darahnya untuk kepentingan orang yang membutuhkan.

Baca Juga :  Cahyaning Bulan Nrajang Pucuking Cemoro, TPS3R Wuryantoro Akhirnya Diresmikan Bupati Joko Sutopo

Hambiyoko berharap dia tak sendiri, melainkan orang-orang disekitarnya juga tergerak untuk menjadi pendonor darah yang rutin. Seperti ketika di tempatkan di beberapa kecamatan, dia selalu membuka donor darah baik di tingkat desa maupun kecamatan.

Sementara Kepala PMI Cabang Wonogiri Dwi Handoyo menyebutkan, banyak pendonor darah baik dari perorangan maupun ormas sehingga stok darah cukup untuk memenuhi kebutuhan pasien rumah sakit.

Malah ada beberapa daerah di luar kabupaten yang minta bantuan donor darah ke PMI Wonogiri.

Di Wonogiri peringatan hari donor darah internasional yang dihadiri Wabup Wonogiri Setyo Sukarno ditandai dengan launching penggunaan alat penyimpan trombosit (platelate agitator).

Selain itu, penyerahan bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) 5 unit rumah serta  penghargaan kepada sejumlah pendonor darah di kabupaten itu.

Wabup Wonogiri Setyo Sukarno menyebutkan kegiatan PMI yang peduli terhadap warga kurang mampu dengan merehab rumah mereka merupakan hal yang positif. Diharapkan, di masa yang akan datang makin banyak RTLH di Wonogiri yang kondisinya membaik setelah disentuh aksi sosial jajaran PMI.

Wabup Wonogiri Setyo Sukarno berharap, dengan adanya alat penyimpan trombosit tersebut PMI Cabang Wonogiri kian cepat dan tanggap dalam melayani masyarakat khususnya pasien rumah sakit. Aris Arianto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com