JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Air Waduk Kedungombo Surut, Jembatan dan Makam Kembali Muncul: Dimanfaatkan Warga untuk Memancing

Kondisi air Waduk Kedungombo di Kecamatan Kemusu kembali surut menjadi surut. Bahkan, kawasan genangan di pinggiran waduk pun kembali berubah menjadi daratan. Waskita
   

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kondisi air Waduk Kedungombo di Kecamatan Kemusu kembali surut menjadi surut. Bahkan, kawasan genangan di pinggiran waduk pun kembali berubah menjadi daratan.

Maka jembatan dan bekas pemukiman pun kembali muncul dan terlihat. Seperti jembatan Klewor yang biasanya tenggelam, kini kembali terlihat. Jembatan yang berada di atas Sungai Serang itu kini bisa kembali dilalui warga untuk ke ladang.

Dari pantauan, Senin (28/8/2023) terlihat jembatan di atas Sungai serang itu masih terlihat kokoh. Hanya saja, tinggal badan jembatan saja. Sedangkan pagar jembatan sudah hancur. Di atas jembatan nampak dua perahu tergeletak.

Baca Juga :  Memprihatinkan, Prasasti Sarungga di Cepogo, Boyolali  Merana, Belum Dilindungi Secara Arkeologis

Jembatan itu dimanfaatkan warga pergi ke ladang. Badan jembatan juga menjadi tempat favorit pemancing. Selain itu, badan jembatan dan sisa jalan aspal di kedua sisi jalan juga sudah rusak. Bahkan tertutup lumpur.

Namun saat kemarau seperti sekarang, lumpur itu menjadi kering. Pengendara motor pun harus hati- hati agar tidak selip.

“Ya mas. Setiap musim kemarau, jembatan itu terlihat lagi. Warga pun memanfaatkan untuk pergi memancing atau ke ladang,” kata Sarwo (41) warga Kemusu.

Dijelaskan, makam warga yang terletak tak jauh dari jembatan Klewor juga terlihat. Hanya saja, makam tersebut sudah tidak digunakan untuk memakamkan warga. Kondisi makam juga sudah dipenuhi perdu dan tanaman liar.

Baca Juga :  Begini Serunya Tradisi Bakda Sapi di Lereng Merapi Dukuh Mlambong,  Musuk, Boyolali! Ternak Sapi Diarak Keliling Pedukuhan

Warga lain, Atmo (62) mengungkapkan, jembatan Klewor dulunya mnejadi jalur utama warga yang akan ke pasar. Namun setelah ada proyek Waduk Kedungombo, maka jembatan tak difungsikan. Pasalnya, jembatan dan jalan penghubung sering terendam air waduk.

Apalagi kemudian pemerintah membangun jembatan dan jalan baru untuk lalu lintas warga. Jembatan yang kini dikenal dengan nama Jembatan Gus Dur tersebut memang dibangun semasa pemerintahan Presiden Gus Dur.

“Namun kemudian diselesaikan dan diresmikan semasa Presiden Megawati. Jembatan juga penghubung wilayah Kecamatan Kemusu ke wilayah Kecamatan Juwangi. Namun jalannya menembus kawasan hutan Perhutani,” pungkasnya. Waskita

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com