
SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pengurus Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) kabupaten/kota se-Jawa Tengah bersama Pengurus JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah mengikuti sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Jumat (1/5/2026). Kegiatan tersebut digelar di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, Kota Semarang.
Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Hananto Widhiaksono, menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesehatan dan pendidikan sebagai kebutuhan mendasar masyarakat.
“Kesehatan dan pendidikan adalah kebutuhan dasar setiap warga, selain pangan, sandang, dan papan. Untuk melahirkan generasi unggul, diperlukan kolaborasi kuat antara sekolah, dinas pendidikan, dan dinas kesehatan,” ujarnya dalam sambutan.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar JSIT untuk mengedepankan upaya preventif dalam menjaga kesehatan. Menurutnya, kesadaran menjaga kebugaran menjadi kunci agar masyarakat dapat terus berkarya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi IX DPR RI, Muh. Haris, menjelaskan bahwa pihaknya bermitra dengan sejumlah kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, hingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Haris mengungkapkan, cakupan kepesertaan JKN saat ini telah mencapai lebih dari 98 persen penduduk Indonesia. Meski demikian, ia menyoroti masih adanya tantangan terkait pemerataan fasilitas dan tenaga kesehatan antara wilayah Jawa dan luar Jawa.
“Peran DPR RI meliputi fungsi penganggaran, legislasi, dan pengawasan agar kebijakan yang dibuat benar-benar berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya, seperti dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Kota Semarang, Sari Qurrotul Ainy, memaparkan perbedaan antara BPJS Kesehatan, JKN, dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
“JKN adalah programnya, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara, sedangkan KIS merupakan kartu identitas peserta. Saat ini, layanan juga bisa diakses menggunakan KTP,” terangnya.
Ia menambahkan, salah satu tujuan utama pembentukan BPJS Kesehatan adalah untuk mendorong semangat gotong royong antar masyarakat dalam pemenuhan layanan kesehatan.
“Konsepnya adalah saling tolong-menolong, sehingga layanan kesehatan dasar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













