JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Atasi Hama Sundep, Petani Desa Jembungan dan Dispertan Boyolali Gelar Penyemprotan Bersama

Petani DesaJembungan, Kecamatan Banyudono bersama jajaran Dinas Pertanian (Dispertan) Boyolali menggelar gerakan penyemprotan bersama di areal persawahan desa setempat, Kamis (21/9/2023). Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Petani Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono bersama jajaran Dinas Pertanian (Dispertan) Boyolali menggelar gerakan penyemprotan bersama di areal persawahan desa setempat, Kamis (21/9/2023). Kegiatan penyemprotan dimaksudakn untuk mengatasi serangan hama sundep yang dikeluhkan para petani.

Kegiatan penyemprotan tersebut dipimpin langsung Kades Suwarno dan PPL Dispertan Boyolali, Dwi Hartono. “Dispertan juga memberikan bantuan pestisida untuk penyemprotan ini,” kata Dwi Hartono disela kegiatan.

Dia berharap serangan hama sundep bisa secepatnya ditangani dan tidak meluas. Sekaligus petani bisa panen dengan hasil maksimal. Apalagi saat ini harga gabah cukup tinggi imbas musim kemarau panjang.

Dijelaskan, serangan hama sundep cukup merata di wilayah Kecamatan Banyudono dan Sawit. Untuk wilayah Jembungan, total luas serangan mencapai 15 hektare. Namun, sebagian besar baru tingkat serangan rendah.

Baca Juga :  Jelang Libur Nataru, Harga Bahan Pangan di Boyolali Stabil Tinggi

“Selain Jembungan, hama juga menyerang areal tanaman padi di sejumlah desa lainnya. Seperti Desa Kuwiran, Sambon hingga Desa Trayu,” katanya

Dijelaskan, serangan hama sundep sebenarnya relatif mudah ditangani. Asalkan petani jeli, sejak dengan mengawasi bibit padi di areal pembibitan. Jika ada klaper atau sejenis kupu berukuran kecil, maka itu pertanda awal serangan sundep.
Klaper itu akan bertelur di rumpun padi, kemudian telur menetas dan memakan pangkal batang padi.

Akibatnya, tanaman menjadi layu dan mengering. Jika tak segera ditangani, maka tanaman padi bisa mati dan menyebabkan gagal panen.

“Untuk mengatasi hama sundep, tanaman harus rutin disemprot pestisida,” katanya

Kalau bisa, penyemprotan dilakukan bersamaan dalam satu hamparan. Sehingga klaper yang terbang dan hinggap pada rumpun padi lain juga bisa kena semprot pestisida yang dilakukan petani lainnya.

Baca Juga :  Selama Libur Nataru, Tol Jogja-Solo Dibuka dari Banyudono Boyolali Sampai Ceper Klaten

“Kami juga sebelumnya juga udah memberikan bantuan pestisida rutin melalui kelompok tani. Sayangnya, pestisida bantuan itu sebagian besar belum dimanfaatkan petani,” katanya.

Pihaknya juga menyayangkan minimnya respon petani untuk melakukan gerakan penyemprotan bersama. Terbukti, hanya beberapa petani saja yang datang ke pesawahan. Untuk itu, pihaknya bakal kembali melakukan gerakan tersebut.

“Kalau gerakan bisa serempak, tentu hasilnya bakal semakin maksimal,” tandasnya

Seperti diberitakan sebelumnya, sebagian petani di sentra padi Kecamatan Banyudono merasa was- was. Mereka khawatir gagal panen akibat serangan hama sundep. Padahal, saat ini harga beras di pasaran terus melonjak. Waskita

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com